Rekomendasi Saham

Kebijakan The Fed Beri IHSG Sentimen Negatif

- detikFinance
Kamis, 30 Jan 2014 08:34 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin melesat hingga 75 poin berkat aksi beli saham unggulan dan balik lagi ke level 4.400. Penguatan IHSG paling tinggi di antara bursa-bursa regional.

Mengakhiri perdagangan, Rabu (29/1/2014), IHSG ditutup melesat 75,698 poin (1,74%) ke level 4.417,349. Sementara Indeks LQ45 ditutup melonjak 15,208 poin (2,09%) ke level 742,461.

Semalam Wall Street berakhir anjlok dan menyentuh titik terendahnya tahun ini setelah The Federal Reserve berencana kembali mengurangi stimulus meski di tengah gejolak ekonomi negara-negara berkembang.

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones anjlok 189,77 poin (1,19%) ke level 15.738,79. Indeks S&P 500 kehilangan 18,30 poin (1,02%) ke level 1.774,20. Indeks Komposit Nasdaq anjlok 46,53 poin (1,14%) ke level 4.051,43.

Hari ini IHSG diperkirakan akan jatuh ke zona merah gara-gara kebijakan The Fed yang mengurangi jumlah stimulusnya. Investor akan merespons negatif kebijakan ini dan lakukan aksi jual.

Pergerakan bursa-bursa di regional pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 anjlok 528,08 poin (3,43%) ke level 14.855,83.  
  • Indeks KOSPI naik 24,22 poin (1,26%) ke level 1.941,15.  

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Semesta Indovest
Bursa AS kembali ditutup melemah pada perdagangan Rabu dengan indeks Dow Jones turun 189,77 poin atau 1,19%, S&P 500 turun 1,02%, dan Nasdaq turun 1,14%. Pelemahan indeks didorong oleh kebijakan the Fed yang tetap melanjutkan tapering menjadi US$ 65 milyar per bulan ditengah masih bergejolaknya emerging market. Saham-saham sector consumer memimpin pelemahan indeks.

Bursa eropa ditutup melemah akibat masih wait and see jelang keputusan the Fed yang akhirnya tetap melanjutkan tapering US$ 10 milyar yang kedua. Indeks FTSE turun 0,43%, CAC turun 0,68%, DAX turun 0,75%.

Bursa Indonesia hari ini diperkirakan akan kembali bergerak melemah terimbas pelemahan bursa Wallstreet dan regional. Disamping itu indeks EIDO juga turun 0,53%. Namun pelemahan harga dapat dimanfaat investor untuk kembali masuk mengingat masih kuatnya minat beli pelaku pasar ketika sentiment positif datang. Investor dapat melakukan Buy on Weakness pada saham-saham antara lain BBRI, SMGR, WSKT, ASRI, SMRA.

Trust Securities
IHSG kembali masih meneruskan laju positifnya. Pelaku pasar memanfaatkan positifnya laju bursa saham AS dan Eropa serta sentimen positif dari penguatan sejumlah mata uang emerging market setelah bank sentral India menaikkan RBI rate dan kenaikan suku bunga Turki. Harapan kami agar IHSG tidak melemah dalam setelah utang gap 4270-4293 belum tertutup sempurna pun kembali terlampaui. Saham-saham konsumer, infrastruktur, dan perkebunan menjadi incaran pelaku pasar seiring persepsi peningkatan curah hujan saat ini dapat memberikan tambahan manfaat, baik langsung maupun tidak langsung terhadap sektor-sektor tersebut. Positifnya penilaian Morgan Stanley dan laju Rupiah yang terapresiasi memberi obat kuat bagi IHSG untuk bertahan menghijau. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4432,35 (level tertingginya) jelang preclosing dan menyentuh level 4355,93 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4417,35. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Pada perdagangan Kamis (30/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4349-4389 dan resistance 4428-4448. Berpola menyerupai three inside up di atas middle bollinger bands (MBB). MACD downtrend terbatas dengan histogram positif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic downreversal terbatas. IHSG berhasil melampaui kisaran target resisten (4349-4368) dan hampir menutupi sempurna utang gap 4360-4437. Diharapkan IHSG masih diberi kesempatan untuk menutup sempurna utang gap tersebut sehingga memiliki peluang untuk menuju utang gap berikutnya di level 4480-4483. Tetapi, waspadai potensi pembalikan arah jika hal tersebut tidak terjadi.

(ang/ang)