"Kami masih berdiskusi dengan Grup Bakrie mengenai alasan mundurnya jadwal ini dan kira-kira berapa lama lagi harus dilakukan. Permintaan ini akan kami pelajari setelah mendengar alasan mereka," kata ARM dalam keterangan tertulis yang dikutip Wall Street Journal, Kamis (13/2/2014).
Transaksi pemisahan dengan Grup Bakrie ini telah disetujui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Asia Resource pada 17 Desember 2013. Syaratnya, Bakrie harus menyetor dana tunai pembelian 29% saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) milik Asia Resource senilai US$ 501 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manajemen Asia Resource menyebut penundaan penyelesaian transaksi ini telah turut mempengaruhi perjanjian antara Samin Tan, melalui Ravenwood Acquisition Company Limited (RACL), dengan Raiffeisen Bank International AG (RBI).
Beberapa waktu lalu, manajemen Asia Resource pun mengatakan RACL dan RBI tengah dalam pembicaraan untuk memperpanjang ketersediaan pinjaman.
Samin dikabarkan sedang kesulitan memenuhi dana dalam transaksi yang sama. Sebab, Chairman Asia Resource ini juga harus membayar hampir separuh dari total nilai transaksi pemisahan, sebagai imbalan untuk mengendalikan saham di perusahaan yang dia pimpin sekarang itu.
Pada 2011, PT Borneo Lumbung Energy dan Metal Tbk (BORN) milik Samin mendapatkan pinjaman US$ 1 miliar bertenor lima tahun dari Standard Chartered Bank untuk membeli 23,8% saham perusahaan yang dahulunya bernama Bumi Plc tersebut.
Namun, per akhir Juni 2013, Borneo baru melunasi utangnya sebesar US$ 205 juta. Sehingga sisa utang ke Standard Chartered US$ 795 juta masih menghambat Samin dalam mencari dana.
Sementara Grup Bakrie dalam proses perceraian ini sudah melakukan transaksi pemisahan dengan menyepakati pemindahan dana di rekening penampung (escrow account) senilai US$ 50 juta ke rekening Asia Resource pada 23 Januari 2014.
Pada perjanjian sebelumnya, Asia Resource baru bisa menarik dana tersebut ketika transaksi rampung. Dana ini merupakan dana awal yang harus disetor Bakrie sebagai jaminan.
Dalam ketentuan ini, kedua belah pihak menyepakati dana akan kembali jika Asia Resource melanggar perjanjian jual beli saham.
(ang/dnl)











































