Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih berada di bawah level Rp 12.000/US$ sejak dua hari terakhir. Pagi hari tadi, dolar AS bahkan diperdagangkan pada level Rp 11.685.
Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan ini adalah merupakan kabar bahagia sekaligus kewaspadaan. Sebab penguatan yang terjadi cukup drastis, yaitu mencapai 700 poin.
"Iya Alhamdulillah, tapi mesti hati-hati. Karena nggak stabil, makanya saya bilang hati-hati," ungkap Chatib di kantornya, Senin (17/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak Agustus neraca perdagangan hanya sekali defisit, yaitu September. Agustus surplus, Oktober hingga Desember surplus terus," ujarnya.
Kemudian adalah pada neraca pembayaran Indonesia yang sudah menunjukkan ada perbaikan. Sehingga pada defisit transkasi berjalan atau current account deficit (cad) menjadi 3,26%.
"Satu saya melihat bahwa ini adalah respon positif dari NPI. berarti policy untuk perbaiki neraca pembayarannya dalam 4 bulan terakhir sudah menunjukkan hasil," jelas Chatib
Chatib menuturkan pelaku pasar memang sangat cepat merespon dari kabar positif. Sehingga ketika satu pelaku menganggap itu bagus, maka pelaku lainnya akan mengikuti. Ini yang terjadi ketika ada laporan perbaikan neraca.
"Kita mengenalnya dengan animal spirit. Jadi ketika satu orang panik seperti dulu. Itu semuanya panik. Nah sama dengan sekarang. Satu yang bilang bagus, ya berikutnya akan bagus. Ini yang terjadi dengan pasar," paparnya
(mkl/dru)











































