Chatib Basri: Waspadai Penguatan Rupiah Secara Tajam

Chatib Basri: Waspadai Penguatan Rupiah Secara Tajam

- detikFinance
Senin, 17 Feb 2014 15:55 WIB
Chatib Basri: Waspadai Penguatan Rupiah Secara Tajam
Jakarta -

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih berada di bawah level Rp 12.000/US$ sejak dua hari terakhir. Pagi hari tadi, dolar AS bahkan diperdagangkan pada level Rp 11.685.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan ini adalah merupakan kabar bahagia sekaligus kewaspadaan. Sebab penguatan yang terjadi cukup drastis, yaitu mencapai 700 poin.

"Iya Alhamdulillah, tapi mesti hati-hati. Karena nggak stabil, makanya saya bilang hati-hati," ungkap Chatib di kantornya, Senin (17/2/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menilai penguatan rupiah memang merupakan dampak dari kebijakan fiskal dan moneter yang direalisasikan beberapa waktu lalu. Terutama pada neraca perdagangan Indonesia. Di mana impor berhasil ditekan, sehingga perdagangan menjadi surplus.

"Sejak Agustus neraca perdagangan hanya sekali defisit, yaitu September. Agustus surplus, Oktober hingga Desember surplus terus," ujarnya.

Kemudian adalah pada neraca pembayaran Indonesia yang sudah menunjukkan ada perbaikan. Sehingga pada defisit transkasi berjalan atau current account deficit (cad) menjadi 3,26%.

"Satu saya melihat bahwa ini adalah respon positif dari NPI. berarti policy untuk perbaiki neraca pembayarannya dalam 4 bulan terakhir sudah menunjukkan hasil," jelas Chatib

Chatib menuturkan pelaku pasar memang sangat cepat merespon dari kabar positif. Sehingga ketika satu pelaku menganggap itu bagus, maka pelaku lainnya akan mengikuti. Ini yang terjadi ketika ada laporan perbaikan neraca.

"Kita mengenalnya dengan animal spirit. Jadi ketika satu orang panik seperti dulu. Itu semuanya panik. Nah sama dengan sekarang. Satu yang bilang bagus, ya berikutnya akan bagus. Ini yang terjadi dengan pasar," paparnya

(mkl/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads