Mengakhiri perdagangan, Rabu (19/2/2014), IHSG ditutup menanjak 36,460 poin (0,80%) ke level 4.592,651. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 7,080 poin (0,92%) ke level 773,540.
Semalam Wall Street terkena koreksi gara-gara aksi jual yang cukup ramai. Pelaku pasar khawatir stimulus The Federal Reserve tetap akan dipangkas setiap bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan masih bisa lanjutkan penguatan. Tapi posisi saham-saham unggulan sudah jenuh jual jadi waspada profit taking.
Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 anjlok 155,54 poin (1,05%) ke level 14.610,99.
- Indeks Straits Times naik 4,63 poin (0,15%) ke level 3.093,42.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
KDB Daewoo Securities
Pada perdagangan kemarin IHSG ditutup naik +36.46 poin (+0.80%) ke 4,592.65 dengan jumlah transaksi sebanyak 52.4 juta lot atau setara dengan Rp7 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+0.89%), sektor basic-industries (+0.51%), sektor construction and property (-0.50%), sektor consumer goods (+1.11%), sektor finance (+0.45%), sektor infrastructure (+1.33%), sektor mining (+0.02%), sektor misc-industries (+2.11%), dan sektor trade (+0.89%).
Tercatat sebanyak 151 saham mengalami penguatan, 131 saham mengalami penurunan, 104 saham tidak mengalami perubahan dan 107 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.l. BBRI (+4.17%), ASII (+2.21%), INVS (+25.00%), TLKM (+1.08%), dan UNVR (+1.16%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. BBCA (-1.44%), BDMN (-2.11%), SMRA (-4.31%), BTPN (-2.02%), dan WIKA (-3.62%).
Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp1,025 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. BBRI, TLKM, PGAS, GGRM, dan LPPF. Mata uang Rupiah terapresiasi 11,778 per Dollar AS.
Secara teknikal, pada perdagangan kemarin IHSG dibuka menguat dan mampu mempertahankan penguatannya hingga akhir sesi perdagangan sehingga membawa sentimen positif seperti pada perdagangan hari sebelumnya. Hal ini mencerminkan peluang penguatan IHSG masih tetap terbuka.
Untuk perdagangan hari ini, kami perkirakan IHSG akan menguat. Adapun support level untuk perdagangan hari ini adalah 4,544 dan resistance level di 4,596. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: BBRI, GGRM dan MLPL.
Mandiri Sekuritas
Pasar saham AS semalam ditutup turun pasca kepastian The Fed akan melanjutkan pengurangan paket stimulus. Indeks Dow Jones ditutup melemah -0,56%, sementara indeks S&P 500 bergerak terkoreksi -0,65%. Di sisi lain, indeks saham di berbagai negara Asia pagi ini juga dibuka melemah. Indeks Nikkei 225 di Jepang tercatat turun -0,52%, sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan terkoreksi -0,20%. Pada pasar komoditas, harga minyak mentah WTI Crude Oil berbalik arah menguat +2,08% ke level US$102,43 per barel, setelah tiga hari berturut-turut melemah. Senada dengan harga minyak, kontrak berjangka emas Comex terapresiasi +0,43% ke posisi US$1.324,70 per troy ounce. Dari dalam negeri, investor asing terus melakukan aksi beli dan memberikan sentimen positif bagi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG). Meski begitu, kalangan pemodal harus mewaspadai aksi ambil untung (profit taking), seiring kenaikan IHSG yang sudah mencapai 2,23% dalam sepekan terakhir.
Menurut Analis Teknikal Mandiri Sekuritas, menembus Rp1 triliun menjadi katalis over shoot IHSG break dari resistance 4.575 dan mendekati level psikologis baru. Hal ini merupakan sinyal positif bagi indeks untuk menguji resistance 4.612 yang telah bertahan sejak akhir Oktober.
Hanya saja mengingat posisi beberapa saham unggulan yang sudah tinggi dan sejalan dengan Stoch indeks, waspadai aksi profit taking. IHSG diperkirakan akan bergerak mixed dengan fluktuasi yang cukup tinggi.
(ang/ang)











































