Laba Holcim Anjlok 41%, Tapi Tetap Bagi Dividen Rp 90/Saham

Laba Holcim Anjlok 41%, Tapi Tetap Bagi Dividen Rp 90/Saham

- detikFinance
Jumat, 28 Feb 2014 11:18 WIB
Laba Holcim Anjlok 41%, Tapi Tetap Bagi Dividen Rp 90/Saham
Jakarta - PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) membukukan laba bersih Rp 952,1 miliar di 2013, anjlok 41,8% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1,35 triliun. Menyusutnya marjin keuntungan jadi penyebabnya.

Pendapatan Holcim naik jadi Rp 9,69 triliun di akhir 2013, dari tahun sebelumnya Rp 9,01 triliun. Laba kotornya masih positif menjadi yaitu sebanyak Rp 3,35 triliun, naik daroi tahun 2012 sebesar Rp 3,28 triliun.

Marjin keuntungan perseroan menyusut dari 36,47% tahun 2012 menjadi hanya 34,6% tahun lalu. Selain itu labanya juga tergerus rugi kurs yang mencapai Rp 184,74 triliun dari sebelumnya hanya Rp 4,78 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam keterangan tertulisnya, Holcim menyatakan pada Rapat Umum Pemegang Saham yang akan datang, Dewan Direksi akan mengajukan persetujuan dari para pemegang saham untuk pembayaran dividen final total sebesar Rp 90 per lembar saham dari pendapatan tahun 2013 yang mencerminkan peningkatan sebesar 12.5% dibanding periode tahun lalu.

"Kinerja tahun lalu masih merupakan masa transisi dari pasokan ketat yang terjadi beberapa tahun sebelumnya," kata Presiden Direktur Holcim Indonesia Eamon Ginley, dalam siaran pers, Jumat (28/2/2014).

Ia mengatakan, Holcim mengoperasikan kapasitas produksi secara maksimal sepanjang tahun 2013 dengan tambahan kapasitas sebesar 40% dari kombinasi pabrik Tuban 1 yang telah memproduksi semen pertamanya pada bulan Oktober 2013.

Sementara Tuban 2 yang akan mulai beroperasi pada tahun 2015 akan memberikan keuntungan dari sisi biaya produksi yang lebih rendah dan distribusi yang lebih dekat pada pelanggan.

"Saat ini kita sudah mulai dapat melihat keuntungan-keuntungan tersebut tidak semata-mata sebagai pelengkap keberadaan Holcim di Pulau Jawa, tapi juga sebagai bentuk investasi logistik dan pengembangan jalur kapasitas untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik secara lebih menyeluruh," katanya.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads