Pendapatan Holcim naik jadi Rp 9,69 triliun di akhir 2013, dari tahun sebelumnya Rp 9,01 triliun. Laba kotornya masih positif menjadi yaitu sebanyak Rp 3,35 triliun, naik daroi tahun 2012 sebesar Rp 3,28 triliun.
Marjin keuntungan perseroan menyusut dari 36,47% tahun 2012 menjadi hanya 34,6% tahun lalu. Selain itu labanya juga tergerus rugi kurs yang mencapai Rp 184,74 triliun dari sebelumnya hanya Rp 4,78 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kinerja tahun lalu masih merupakan masa transisi dari pasokan ketat yang terjadi beberapa tahun sebelumnya," kata Presiden Direktur Holcim Indonesia Eamon Ginley, dalam siaran pers, Jumat (28/2/2014).
Ia mengatakan, Holcim mengoperasikan kapasitas produksi secara maksimal sepanjang tahun 2013 dengan tambahan kapasitas sebesar 40% dari kombinasi pabrik Tuban 1 yang telah memproduksi semen pertamanya pada bulan Oktober 2013.
Sementara Tuban 2 yang akan mulai beroperasi pada tahun 2015 akan memberikan keuntungan dari sisi biaya produksi yang lebih rendah dan distribusi yang lebih dekat pada pelanggan.
"Saat ini kita sudah mulai dapat melihat keuntungan-keuntungan tersebut tidak semata-mata sebagai pelengkap keberadaan Holcim di Pulau Jawa, tapi juga sebagai bentuk investasi logistik dan pengembangan jalur kapasitas untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik secara lebih menyeluruh," katanya.
(ang/dnl)











































