Investor Pantau Situasi Ukraina, Wall Street Stagnan

- detikFinance
Kamis, 13 Mar 2014 08:05 WIB
New York - Pasar saham Wall Street berakhir stagnan menyusul aksi tunggu investor yang memantau perkembangan di Ukraina. Melemahnya ekonomi China juga jadi alasan untuk tidak berburu saham.

UNi Eropa sepakat membahas sanksi yang akan diberikan kepada Rusia gara-gara sebelumnya sudah berupaya untuk mengambil alih Crimea. Sanksi seperti ini terakhir kali diberikan saat Perang Dingin antara Rusia dan AS.

Harga tembaga di London, acuan untuk kesehatan industri logam, menyentuh posisi terendahnya sejak Juli 201o gara-gara masalah kredit di China. Harga tembaga sudah jauh 7,7% dalam empat kali perdagangan. Sedangkan emas terus menanjak karena dianggap safe haven.

"Situasi di Ukraina dan melambatnya ekonomi China menjadi perhatian, tapi belum banyak mempengaruhi. Harga-harga komoditas berjatuhan karena permintaan yang lemah," kata Kim Forrest, analis dari Fort Pitt Capital Group di Pittsburgh, seperti dikutip Reuters, Kamis (13/3/2014).

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones menipis 11,17 poin (0,07%) ke level 16.340,08, Indeks S&P 500 bertambah 0,57 poin (0,03%) ke level 1.868,2 dan Indeks Komposit Nasdaq naik 16,144 poin (0,37%) ke level 4.323,332.

(ang/ang)