Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 20 Mar 2014 13:43 WIB

Hindari Calo, Bus Lorena Terapkan Sistem Pembelian Tiket Online

- detikFinance
Jakarta -

PT Lorena Eka Sari Transport Tbk tengah mempersiapkan sebuah sistem baru untuk pembelian tiket bus. Mulai besok, pembelian tiket bus Lorena bisa dilakukan melalui online. Pembentukan sistem e-ticketing ini dilakukan untuk mengantisipasi banyaknya calo tiket di berbagai wilayah.

"Kita akan bentuk sistem e-commerce, beli tiket secara online. Untuk menghindari calo salah satunya, selain itu kita mempermudah untuk mengakses tiket kita. Besok sudah bisa jalan," kata Senior Advisor Lorena Dwi Rianta Soerbakti saat ditemui di Hotel Manhattan, Jakarta, Kamis (20/3/2014).

Perusahaan jasa angkutan darat ini tengah mempersiapkan segala jenis teknisnya. Selain itu, Anta mengungkapkan, pihaknya akan bekerjasama dengan doku.com dalam memasarkan penjualan tiket secara online. Dengan kerjasama ini, nantinya penjualan tiket bus Lorena bisa dijangkau di toko-toko ritel yang terhubung atau bekerjasama dengan doku.com.

"E-ticketing sistem kita nantinya mirip seperti airlines bisa pesen, beli secara online. Bisa pakai debit atau kartu kredit juga. Ritel-ritel yang menjadi mitra doku.com itu siapa saja nantinya akan menjadi mitranya Lorena. Itu otomatis bisa menjual," terang dia.

Anta menambahkan, melalui kerjasama ini, pihaknya menargetkan bisa meraih 50% transaksi dari penjualan online maupun di toko ritel.

"Target minimum 50% transaksi dari online. Harga tiket di online akan sama dengan beli langsung. Bisa akses di lorenatransport.com," pungkasnya.

 

Lirik Rute Trans Sulawesi dan Kalimantan

Pada kesempatan itu, Anta mengatakan, Lorena akan terus mengembangkan bisnis usahanya dengan mengincar rute perjalanan darat Trans Sulawesi dan Kalimantan. Selama ini, mayoritas wilayah operasi Lorena untuk operasional bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di wilayah Pulau Jawa dan Sumatera.

Wilayah Sulawesi dan Kalimantan dinilai memiliki potensi yang cukup besar. Berbagai pembangunan infrastruktur di daerah tersebut menjadi sasaran perusahaan untuk menyebar armadanya di wilayah tersebut.

"Kita naksir Trans Sulawesi dan Kalimantan untuk AKAP. Potensinya empuk. Di sana sudah banyak perbaikan infrastruktur, ini tentunya mendukung. Begitu infrastruktur memungkinkan tentu saja kami akan masuk," ujar Anta.

Apalagi, kata Anta, saat ini biaya transportasi udara semakin mahal karena nilai tukar rupiah terhadap dolar belum sepenuhnya menguat sehingga harga avtur melambung tinggi.

"Apalagi penerbangan udara nggak bisa lagi memberikan harga murah karena dolar tinggi dan mahalnya harga avtur," terangnya.

Sementara itu, perseroan juga bakal terus meningkatkan wilayah operasinya untuk bus transjakarta.

"Potensi city bus luar biasa apalagi Jokowi yang maju, ini harus dimainkan. Biar orang beralih ke transport umum. APTB di daerah penyangga akan masuk tidak hanya satu sisi, kita akan main di bus kota yang terintegasi busway dari daerah-daerah penyangga sehingga sistem transportasi darat terintegrasi mulai dari Jabar ke Jakarta. Daerah lain seperti Banten dan Tangsel juga kita akan upayakan ke pemerintah," katanya.

(drk/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com