Kinerja emiten yang baik diyakini investor mencerminkan situasi ekonomi Indonesia ke depan yang lebih baik ketimbang 2013 lalu. Sedangkan pembagian dividen menjadi pemanisnya.
Selain itu, kata Kepala Riset Mega Capital Danny Eugene, sentimen dari pasar global juga mendorong aksi beli yang terjadi di lantai bursa. Semalam, Indeks Dow Jones dan S&P 500 mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dari sisi politik, menurut Danny, pelaku pasar sudah mengantisipasi akan calon presiden dan wakil presiden yang akan maju dalam pemilu Juli mendatang. Sehingga siapa pun yang akan maju nanti pengaruhnya ke pasar tidak akan terlalu besar.
"Pemilu ini kan sudah mau dua kali, jadi market sudah prediksi siapa pun yang maju nanti tidak terlalu pengaruh, semua sudah diprediksi," ujarnya.
Saat ini pasar sudah melihat adanya dua partai dengan suara terbesar akan bersaing bersama koalisi masing-masing. Danny menambahkan dua partai ini sama-sama mengusung ekonomi kerakyatan.
"Siapa pun presidennya nanti pasti mendukung ekonomi kerakyatan dan mendorong infrastruktur sehingga ini bagus di mata pelaku pasar," jelasnya.
Seperti diketahui, IHSG sore ini melesat hingga 70 poin berkat aksi borong saham-saham unggulan. Dana asing sebesar Rp 1,2 triliun mengalir masuk lantai bursa.
Menutup perdagangan, Rabu (13/5/2014), IHSG melonjak 70,242 poin (1,43%) ke level 4.991,636. Sementara Indeks LQ45 melesat 16,992 poin (2,04%) ke level 848,573.
(ang/dnl)











































