Wamenkeu: Defisit Transaksi Berjalan Bikin Rupiah Melemah

Wamenkeu: Defisit Transaksi Berjalan Bikin Rupiah Melemah

- detikFinance
Rabu, 18 Jun 2014 18:36 WIB
Wamenkeu: Defisit Transaksi Berjalan Bikin Rupiah Melemah
Jakarta - Hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah. Dikutip dari Reuters, dolar diperdagangkan paling tinggi di posisi Rp 12.000.

Menurut Bambang Brodjonegoro, Wakil Menteri Keuangan, pelemahan rupiah disebabkan oleh faktor fundamental. "Current account (transaksi berjalan) kita masih defisit," ujarnya kala ditemui di Gedung DPR/MPR/DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (18/6/2014).

Pada kuartal I-2014, transaksi berjalan Indonesia mengalami defisit US$ 4,2 miliar atau 2.06% terhadap produk domestik bruto (PDB). Bank Indonesia (BI) memperkirakan pada kuartal II-2014 transaksi berjalan masih akan mengalami defisit sekitar 2 kali lipat dibandingkan kuartal sebelumnya. Pada akhir 2014, BI meramalkan defisit transaksi berjalan sekitar US$ 29 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Orang masih melihat ada ketidakpastian. Current account deficit kuartal II ini kemungkinan akan naik karena banyak repatriasi dan pengaruh trade balance (neraca perdagangan). Jadi wajar kalau orang ambil posisi terhadap rupiah agak lebih lemah dibandingkan mata uang lain," papar Bambang.

Perkembangan ekonomi global seperti rapat Federal Market Open Committe di AS, tambah Bambang, juga berkontribusi terhadap melemahnya rupiah. "Bukan Indonesia saja, itu ikut ngaruh terhadap ekonomi dunia," katanya.

Faktor politik, lanjut Bambang, tidak terlalu mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah. "Bukan (faktor politik). Ini karena ada faktor fundamental," tegasnya.

(hds/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads