Menurut Bambang Brodjonegoro, Wakil Menteri Keuangan, pelemahan rupiah disebabkan oleh faktor fundamental. "Current account (transaksi berjalan) kita masih defisit," ujarnya kala ditemui di Gedung DPR/MPR/DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (18/6/2014).
Pada kuartal I-2014, transaksi berjalan Indonesia mengalami defisit US$ 4,2 miliar atau 2.06% terhadap produk domestik bruto (PDB). Bank Indonesia (BI) memperkirakan pada kuartal II-2014 transaksi berjalan masih akan mengalami defisit sekitar 2 kali lipat dibandingkan kuartal sebelumnya. Pada akhir 2014, BI meramalkan defisit transaksi berjalan sekitar US$ 29 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perkembangan ekonomi global seperti rapat Federal Market Open Committe di AS, tambah Bambang, juga berkontribusi terhadap melemahnya rupiah. "Bukan Indonesia saja, itu ikut ngaruh terhadap ekonomi dunia," katanya.
Faktor politik, lanjut Bambang, tidak terlalu mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah. "Bukan (faktor politik). Ini karena ada faktor fundamental," tegasnya.
(hds/ang)











































