Rencana Jokowi Beli Saham Indosat Menuai Tanggapan

Rencana Jokowi Beli Saham Indosat Menuai Tanggapan

- detikFinance
Selasa, 24 Jun 2014 07:27 WIB
Rencana Jokowi Beli Saham Indosat Menuai Tanggapan
Jakarta - Calon Presiden (Capres) Joko Widodo (Jokowi) berencana membeli kembali (buyback) saham PT Indosat Tbk (ISAT) yang dulu dijual oleh pemerintah ke Singapore Technologies Telemedia (STT), anak usahanya Singapore Telecom (SingTel), sebesar Rp 5,62 triliun.

Saat ini Pemerintah Indonesia pegang 14,29% saham Indosat, sedangkan mayoritasnya dikuasai Ooredoo Asia Pte Ltd (Qatar Telecom) sebanyak 65%. Sisanya sekitar 20,71% beredar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Jika ingin merebut Indosat kembali jadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), berarti ada sekitar 65% yang bisa dibeli kembali. Mengacu kepada harga saham Indosat per Jumat kemarin di Rp 3.710, maka harga 65% atau 3,53 lembar sahamnya adalah Rp 13,1 triliun.

Nilainya ini lebih tinggi dari dana yang didapat pemerintah waktu menjual 41,94% saham Indosat sebesar Rp 5,62 triliun.

Meski demikian, atas kabar tersebut saham Indosat ditutup naik hingga lebih dari dua persen pada penutupan perdagangan kemarin. Rencana Jokowi ini menuai tanggapan dari berbagai pihak, ada yang mendukung, ada yang tidak setuju, dan ada juga yang netral.

Yuk kita simak tanggapan dari berbagai pihak terkait atas rencana Jokowi ini seperti dirangkum detikFinance, Selasa (24/6/2014).

Ini kata dirut Indosat

"Kalau buyback urusan pemegang saham lah itu. Manajemen tugasnya maximize shareholder value, saat ini Pemerintah RI juga salah satu shareholder," kata Direktur Utama Indosat Alexander Rusli.

"Itu kan urusan pemegang saham. Sebagai perusahaan publik, shareholder ganti setiap hari. Ini juga tidak ada bedanya," ujar pria yang akrab disapa Alex itu.

Ini kata dirut Indosat

"Kalau buyback urusan pemegang saham lah itu. Manajemen tugasnya maximize shareholder value, saat ini Pemerintah RI juga salah satu shareholder," kata Direktur Utama Indosat Alexander Rusli.

"Itu kan urusan pemegang saham. Sebagai perusahaan publik, shareholder ganti setiap hari. Ini juga tidak ada bedanya," ujar pria yang akrab disapa Alex itu.

Respons Kementerian BUMN

Tenaga Perbantuan Menteri BUMN Sahala Lumban Gaol mengisyaratkan pemerintah dapat saja melakukan pembelian kembali saham Indosat namun dengan syarat harga jual harus wajar.

"It's possible sepanjang harganya wajar dan kondisi yang memungkinkan," kata Sahala di kantor Kementerian BUMN, Jakarta.

Menurut Sahala pemerintah melalui Kementeri BUMN masih memiliki 14,2% saham seri A (dwi warna) di Indosat. Artinya pemerintah Indonesia memiliki peluang untuk mengambilalih kepemilikan saham Indosat dari Qoredoo Asia Pte Ltd (Qatar Telecom/Qtel) dapat diwujudkan.

"Namun, pertanyaannya apakah dari Singapore Technologies Telemedia (STT) ke Qatar langsung transfer (saham) atau melalui mekanisme lain? Ini yang perlu juga kita ketahui," jelasnya.

Respons Kementerian BUMN

Tenaga Perbantuan Menteri BUMN Sahala Lumban Gaol mengisyaratkan pemerintah dapat saja melakukan pembelian kembali saham Indosat namun dengan syarat harga jual harus wajar.

"It's possible sepanjang harganya wajar dan kondisi yang memungkinkan," kata Sahala di kantor Kementerian BUMN, Jakarta.

Menurut Sahala pemerintah melalui Kementeri BUMN masih memiliki 14,2% saham seri A (dwi warna) di Indosat. Artinya pemerintah Indonesia memiliki peluang untuk mengambilalih kepemilikan saham Indosat dari Qoredoo Asia Pte Ltd (Qatar Telecom/Qtel) dapat diwujudkan.

"Namun, pertanyaannya apakah dari Singapore Technologies Telemedia (STT) ke Qatar langsung transfer (saham) atau melalui mekanisme lain? Ini yang perlu juga kita ketahui," jelasnya.

Menteri BUMN Dahlan Iskan bungkam

Dahlan lebih memilih bungkam. Ia beralasan Indosat bukan lagi bagian perusahaan pelat merah karena pemerintah Indonesia hanya memiliki saham minoritas yakni sebesar 14,2%.

"No comment karena itu sudah tidak menjadi BUMN lagi. Itu terserah pemerintah," kata Dahlan di Jakarta.

Menteri BUMN Dahlan Iskan bungkam

Dahlan lebih memilih bungkam. Ia beralasan Indosat bukan lagi bagian perusahaan pelat merah karena pemerintah Indonesia hanya memiliki saham minoritas yakni sebesar 14,2%.

"No comment karena itu sudah tidak menjadi BUMN lagi. Itu terserah pemerintah," kata Dahlan di Jakarta.

Menteri Keuangan Chatib Basri pertanyakan harga pembelian

Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri belum mau berkomentar banyak perihal wacana ini. Termasuk soal risiko ruang fiskal yang dimiliki negara untuk pembelian kembali. Alasannya perlu diketahui harga jual Indosat saat ini.

"Buyback itu harganya berapa?" tanya Chatib di Gedung DPD, Senayan, Jakarta.

Menurutnya rencana dalam pemerintahan harus diketahui secara rinci perhitungannya sebelum disampaikan ke publik. Agar tidak menimbulkan isu yang justru bisa berdampak negatif.

"Saya nggak tahu harganya berapa. Kalau sudah mau benar-benar ada itu, saya bisa jawab. Saya kan mesti lihat valuasinya," jawab Chatib.

Menteri Keuangan Chatib Basri pertanyakan harga pembelian

Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri belum mau berkomentar banyak perihal wacana ini. Termasuk soal risiko ruang fiskal yang dimiliki negara untuk pembelian kembali. Alasannya perlu diketahui harga jual Indosat saat ini.

"Buyback itu harganya berapa?" tanya Chatib di Gedung DPD, Senayan, Jakarta.

Menurutnya rencana dalam pemerintahan harus diketahui secara rinci perhitungannya sebelum disampaikan ke publik. Agar tidak menimbulkan isu yang justru bisa berdampak negatif.

"Saya nggak tahu harganya berapa. Kalau sudah mau benar-benar ada itu, saya bisa jawab. Saya kan mesti lihat valuasinya," jawab Chatib.
Halaman 2 dari 10
(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads