Menutup perdagangan, Senin (23/6/2014), IHSG menipis 5,572 poin (0,11%) ke level 4.842,129. Sementara Indeks LQ45 berkurang 0,340 poin (0,04%) ke level 817,862.
Wall Street menutup perdagangan dengan datar di tengah sepinya perdagangan. Investor belum menemukan katalis penggerak setelah bursa Paman Sam itu reli enam baru berturut-turut.
Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 9,82 poin (0,06%) ke level 16.937,26, Indeks S&P 500 kehilangan 0,26 poin (0,01%) ke level 1.962,61 dan Indeks Komposit Nasdaq bertambah 0,64 poin (0,01%) ke level 4.368,68.
Hari ini IHSG diprediksi akan kembali bergerak datar dengan kecenderungan melemah. Investor asing diperkirakan masih akan melepas saham jelang pilpres bulan depan.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 turun 83,26 poin (0,54%) ke level 15.286,02.
- Indeks Straits Times naik 3,60 poin (0,11%) ke level 3.261,00.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Mandiri Sekuritas
Pasar saham AS mengalami koreksi, setelah melakukan rally penguatan dalam sepekan terakhir. Pelemahan dialami oleh indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar +0,06% dan indeks S&P500 sebesar -0,01%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh data manufaktur Tiongkok yang dirilis di atas ekspektasi. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang menguat +0,29. Sedangkan indeks Nikkei 225 di Jepang melemah -0,69%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terkoreksi. Harga minyak mentah WTI turun -0,51% ke level US$105,63 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -0,18% ke posisi US$1.316 per troy ounce.
Dari dalam negeri, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dan aksi jual investor asing masih menjadi sentimen negatif bagi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG). Investor juga menanti rilis data inflasi Juni 2014 dan neraca perdagangan Mei 2014, yang sedianya akan diumumkan Biro Pusat Statistik pekan depan.
Menurut Analis Teknikal Mandiri Sekuritas, IHSG diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks koreksi dan breakdown support fibo 100% di 4.878. Indicator RSI di area 40% potensi koreksi lanjutan masih terbuka. Hari ini indeks akan bergerak mixed to down coba menguji support selanjutnya fibo 161,8% di 4.819. Indeks akan bergerak di kisaran support 4.832 dan resistance 4.860.
Trust Securities
Laju IHSG tidak berbeda jauh dibandingkan dengan awal pekan sebelumnya di mana mengalami pelemahan pasca diadakannya debat capres. Yang menarik ialah pergerakan saham ISAT yang masuk dalam jajaran top gainer sehingga mengangkat saham TLKM dan saham infrastruktur lainnya hanya karena pernyataan Jokowi dalam debat hari minggu. Di sisi lain, variatifnya laju bursa saham Asia membuat mood pelaku pasar untuk kembali ke pasar belum terangkat. Pelaku pasar masih cenderung wait & see terhadap sentimen yang ada terutama dari seberapa dalam pelemahan Rupiah dan masih melemahnya pasar obligasi. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4868,02 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4840,98 (level terendahnya) di mid sesi 2 dan berakhir di level 4842,13. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Selasa (24/6) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4830-4835 dan resisten 4865-4878. Inverted hammer di lower bollinger band (LBB ). MACD masih bergerak turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R masih melanjutkan penurunan. Meski IHSG sempat tertahan berada di atas kisaran target support (4835-4839) namun, juga tidak mampu mendekati target kisaran resisten (4875-4893). Aksi jual masih terjadi sehingga masih menyulitkan IHSG untuk bangkit. Apalagi jika selalu dikaitkan dengan masalah politik dan makin melemahnya Rupiah. IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan jika sentimen yang ada kurang baik dan tidak didukung dengan pergerakan bursa saham global yang cenderung melemah.
(ang/ang)











































