Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, prediksi tersebut perlu dikaitkan dengan sosok presiden yang diharapkan pasar. Prabowo dalam hal ini dinilai sebagai sosok yang tegas tetapi cenderung otoriter melihat latar belakangnya sebagai mantan anggota militer.
"Ini kembali lagi soal sosok, siapa yang akan memegang peranan perekonomian Indonesia. Jangan sampai ada perkiraan jika Prabowo menang akan dijauhi investor, rupiah melemah, dan sebagainya," kata Reza kepada detikFinance, Jumat (4/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada 2 skenario. Awalnya pasar ingin Jokowi-JK menang mutlak. Tapi setelah ada debat capres-cawapres, elektabilitas berubah. Performa Prabowo-Hatta dalam debat ternyata bisa meningkatkan elektabilitas, dan itu terbukti. Dari debat capres-cawapres itu pasar mulai bisa sedikit menerima Prabowo," paparnya.
Namun demikian, Reza menjelaskan, jejak rekam Prabowo memang masih kental dalam ingatan masyarakat Indonesia. Untuk itu, dia memprediksi jika pasangan Prabowo-Hatta memenangkan pilpres, maka rupiah bisa berada di level Rp 11.950-12.000 per dolar AS. Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan melemah di kisaran 4.750-4.800.
Namun, jika pasar ternyata optimistis terhadap pasangan Prabowo-Hatta, rupiah paling tidak bisa di kisaran Rp 11.650-11.700 per dolar AS dan IHSG bisa di level 4.975-5.080. "Itu dengan asumsi jika market mulai percaya dengan Prabowo," ujar Reza.
(drk/hds)











































