Dalam papan pencatatan saham di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (11/7/2014), saham perusahaan properti ini sempat menyentuh level terendahnya di angka Rp 120 per saham dan harga tertingginya di level Rp 150 per saham.
Saham ini ditransaksikan dengan frekuensi 48 kali dengan volume 73.501 lot saham dengan nilai Rp 1,05 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perseroan menawarkan 4 miliar saham ke publik dengan nilai nominal Rp 100. Total dana yang diraup dari hasil penawaran saham perdana sekitar Rp 402 miliar.
Total saham yang dicatatkan mencapai 10,01 miliar saham dengan jumlah saham pendiri yang dicatatkan 6,01 miliar saham. Kapitalisasi pasar saham yang terbentuk mencapai Rp 1,06 triliun.
Selain itu, perseroan menawarkan sekitar 2 miliar waran dengan harga eksekusi sebesar Rp 106. Dua pemegang saham akan mendapatkan satu waran. Pemegang saham perseroan setelah pelaksanaan IPO dan eksekusi waran antara lain PT Surya Buana Makmur sebesar 50 persen, PT Andalan Karya Makmur sebesar 0,04 persen, publik sebesar 33,31 persen, dan eksekusi waran seri I sebesar 16,65 persen.
(drk/ang)











































