Siapa pun Presiden Baru Nanti, IHSG Pasti akan Menguat

Siapa pun Presiden Baru Nanti, IHSG Pasti akan Menguat

- detikFinance
Rabu, 16 Jul 2014 13:34 WIB
Siapa pun Presiden Baru Nanti, IHSG Pasti akan Menguat
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi akan masuk tren menguat pasca pengumuman pemenang Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 22 Juli 2014 mendatang. Apa alasannya?

Head of Sales Marketing PT First State Investment Indonesia Harsya Prasetyo menjelaskan, denga adanya hasil dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) maka pelaku pasar dan investor telah mendapat kepastian.

Dengan diperolehnya kepastian tersebut, pelaku pasar yang semula melakukan aksi tunggu atau wait and see, dapat kembali masuk dan berinvestasi. Artinya, dana-dana masyarakat yang semula tertahan, dapat kembali masuk dan mengalir di pasar modal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Investor yang tadinya wait and see dapat kembali masuk ke pasar modal," ujar Harsya usai menghadiri acara bertajuk Mid-Year Market Outlook Post President Election 2014 di Four Season Hotel, Jakarta, Selasa (15/7/2014).

Penguatan indeks pun diproyeksi akan terus berlanjut seiring dengan program pembangunan yang akan dilakukan kedua pasangan calon sesuai dengan visi misi yang telah dipaparkan masing-masing kandidat.

"Siapapun presiden terpilih nanti tetap akan bekerja keras untuk meneruskan perbaikan makro ekonomi kita. Kita harapakan, ini memberi harapan baru yang menjadi angin segar bagi pasar," ujar dia.

Optimisme pasar yang didorong oleh tingginya harapan terhadap hasil pilpres tahun ini pun diharakan bisa membawa semangat yang besar bagi presdien terpilih nantinya dalam mengimplementasikan janji-janji pembangunannya.

Pengamat politik dan Guru Besar Pusat Penelitian Politik LIPI Ikrar Nusa Bhakti mengatakan, pentingnya pilpres 2014 ini dikarenakan masyarakat percaya bahwa pilpres ini merupakan pilpres terakhir menuju transisi demokrasi dari yang semula demokrasi struktural menjadi demokrasi substansial.

"Banyak harapan yang muncul di kalangan kelas menengah, bawah dan atas terhadap pemerintah 2014-2019. Ini akan menjadi demokrasi substansial, karena semua janji-janji itu diharapkan dapat terimplementasi dalam pemerintahan ini," pungkas dia.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads