IHSG Bisa Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Masa Setelah 22 Juli

IHSG Bisa Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Masa Setelah 22 Juli

- detikFinance
Rabu, 16 Jul 2014 15:08 WIB
IHSG Bisa Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Masa Setelah 22 Juli
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini kembali meningkat tajam. Kenaikannya bahkan hampir mencapai 2% pada pembukaan sesi kedua hari ini, Rabu (16/7/2014).

Riset Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya mengatakan, kenaikan ini sangat dipengaruhi oleh respon pasar terhadap pelaksanaan pemilihan umum presiden presiden (pilpres) yang kondusif.

Sentimen ini diperkuat oleh makin besarnya optimisme pelaku pasar bahwa apapun hasil yang akan diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) 22 Juli mendatang kondisi keamanan akan tetap terkendali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi pelaku pasar sangat nyaman dengan keamanan saat pemilu kemarin makanya inflow (aliran dana masuk) terus berlanjut," terang William kepada detikFinance, Rabu (16/7/2014).

Kenaikan hari ini sendiri, lanjut William, diproyeksi terus berlanjut bahkan diprediksi dapat menembus level tertinggi yang sempat dicatatkan pada pertengahan tahun 2013.

"Saya melihat, IHSG sedang berusaha untuk kembali pada tren positifnya menuju level 5251, lebih tinggi dibanding level yang pernah tercatat di pertengahan 2013. Artinya bisa menembus level tertinggi sepanjang masa," tutur dia.

Ditambahkan William, pada kenaikan kali ini, sektor infrastruktur memegang peran utama yang memberi kontribusi paling besar terhadap kenaikan IHSG kali ini.

"Memang kenaikan sektor infrastruktur biasa terjadi pada tahun-tahun politik. Karena emiten-emiten di sektor ini ingin memberikan kinerja terbaiknya pada pemerintah yang akan digantikan, dan memberikan kinerja terbaik kepada pemerintah yang baru di 100 hari pertamanya. Makanya ada kecenderungan mengalami kenaikan," papar Wiliam.

Ditambahkannya, sektor pendukung lain infrastruktur juga akan ikut meroket menuju level yang lebih positif seiring meningkatnya belanja komoditas barang dan jasa pendukung infrastruktur seperti semen, material dan jasa konstruksi.

"Makanya bisanya emiten-emiten di sektor konstruksi dan sektor pendukung lain juga ikut naik kalau saham infrastruktur naik," sambungnya.

Meskipun kenaikan ini cukup tinggi, namun William tetap mengingatkan pelaku pasar agar tetap waspada akan adanya potensi penurunan pada bulan Agustus mendatang.

"Penurunannya tentu penurunan wajar karena selama Ramadan dan Lebaran itu konsumsi masyarakat naik. Akibatnya harga-harga ikut naik. Jadi kemungkinan di laporan pemerintah yang diumumkan bulan Agustus akan terjadi inflasi. Ini yang jadi faktor penekan IHSG akan mengalami penurunan," sebutnya.

Peluang penurunan ini sendiri, lanjut Wiliam, kemumngkinan terjadi hanya sementara. "Untuk jangka panjangnya tetap akan positif. Makanya kalau investor ingin masuk kalau bisa pilih sektor-sektor yang berpeluang memberi keuntungan jangka panjang. Kalau ingin dapat keuntungan sesaat saja, ya siap-siap di agustus akan ada penurunan," pungkasnya.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads