Seperti dikutip dari data perdagangan Reuters, Jumat (18/7/2014), hingga pukul 9.15 waktu setempat, saham berkode MAS itu melemah 11,11% atau 0,025 poin ke level 0,20 ringgit.
Pemerintah AS menduga pesawat Boeing 777 tersebut ditembak oleh rudal. Rudal tersebut diduga milik salah satu negara yang menjaga perbatasan dari pesawat militer musuh. Ada 295 orang dalam pesawat tersebut, 11 di antaranya diketahui WNI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini bukan merupakan tahun yang bagus bagi maskapai dari negeri jiran itu. Sebelumnya, sahamnya juga sudah anjlok sangat dalam gara-gara MH370 yang hilang di Samudera India.
Dalam satu tahun terakhir sahamnya sudah anjlok lebih dari 40%.
(ang/hds)











































