Dubes RI Untuk Rusia Sebut Daya Tarik RI Tinggi di Mata Investor

Dubes RI Untuk Rusia Sebut Daya Tarik RI Tinggi di Mata Investor

- detikFinance
Jumat, 25 Jul 2014 11:56 WIB
Dubes RI Untuk Rusia Sebut Daya Tarik RI Tinggi di Mata Investor
Jakarta - Indonesia merupakan salah satu negara yang pertumbuhan ekonominya tertinggi di dunia, masuk urutan kesepuluh. Selain pertumbuhan ekonomi yang tinggi, Indonesia juga punya posisi tawar yang tinggi. Hal ini menjadi daya tarik banyak investor masuk ke Indonesia.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarusia Djauhari Oratmangun mengatakan, Indonesia menempati urutan kesepuluh yang masuk dalam pertumbuhan terbesar ekonomi dunia. Ini menjadi daya tarik investor negara lain masuk ke Indonesia. Selain itu, pertumbuhan kelas menengah di Indonesia menjadi posisi tawar yang tinggi.

"Indonesia nomor 10 pertumbuhan ekonomi terbesar di dunia. Pertama AS, Tiongko, India, Jepang, Jerman, Rusia, Brasil, Prancis, Britania Raya, kemudian Indonesia. Siapa pun negaranya pasti mau ke Indonesia. Dengan majunya kelas menengah kita, itu bargaining position kita," ujar dia saat berkunjung ke Gedung BEI, Jakarta, Jumat (25/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Djauhari menjelaskan, tingginya potensi Indonesia di mata dunia juga dibuktikan dengan banyaknya para pejabat dunia mengucapkan selamat kepada Presiden RI terpilih Joko Widodo (Jokowi).

"Nggak akan negara lain memandang Indonesia, kenapa Jokowi banyak yang mengucapkan selamat, karena Indonesia banyak potensi dan cukup berpengaruh dalam tatanan regional, kalau Indonesia bubrak kacaulah kawasan ini," terang dia.

Menurutnya, posisi perekonomian Indonesia di tatanan global sudah cukup mumpuni, SDM pun memadai, hanya saja perlu ditingkatkan kepercayaan diri untuk bisa bersaing dengan negara-negara lain.

"Jangan berpandangan negara lain bakal membabat kita. Kita harus bermain cantik, kita punya SDM luar biasa, dalam tatanan global Indonesia sudah bagus, tinggal percaya diri saja, saya kira mereka tetap menjaga hubungan baik dengan kita. Kita saat ini memulai Indonesia baru dan siap kompetisi," pungkasnya.

(drk/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads