Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di posisi Rp 11.680 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan kemarin.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik 15,885 poin (0,31%) ke level 5.129,121 melanjutkan penguatan kemarin. Indeks mencoba bertahan di level resisten 5.100.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG menguat 20,104 poin (0,39%) ke level 5.133,340. Indeks mempertahankan momentum penguatan dengan baik.
Saham-saham perkebunan terkena aksi ambil untung setelah kemarin sempat naik cukup tinggi. Delapan sektor industri di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) bisa bertahan di zona hijau.
Mengakhiri perdagangan, Selasa (12/8/2014), IHSG ditutup tumbuh 19,159 poin (0,37%) ke level 5.132,395. Sementara Indeks LQ45 bertambah 2,992 poin (0,34%) ke level 878,419.
Aksi beli saham banyak dilakukan investor domestik, namun investor asing juga tak mau ketinggalan. Investor berani berburu saham setelah situasi geopolitik global sedikit mereda.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 234.204 kali dengan volume 6,099 miliar lembar saham senilai Rp 5,122 triliun. Sebanyak 181 saham naik, 103 turun, dan 93 saham stagnan.
Bursa regional menutup perdagangan sore ini rata-rata berada di zona hijau, hanya bursa saham Tiongkok yang masih melemah. Amannya situasi geopolitik dunia membuat pelaku pasar berani berburu saham.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 30,79 poin (0,20%) ke level 15.161,31.
- Indeks Hang Seng bertambah 43,39 poin (0,18%) ke level 24.689,41.
- Indeks Komposit Shanghai berkurang 3,06 poin (0,14%) ke level 2.221,59.
- Indeks Straits Times menguat tipis 1,15 poin (0,03%) ke level 3.307,60.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Goodyear (GDYR) naik Rp 1.050 ke Rp 14.500, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 850 ke Rp 68.750, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 425 ke Rp 54.400, dan Waran Sarana Tunas (SUPR-W) naik Rp 380 ke Rp 3.200.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 500 ke Rp 23.675, Astra Agro (AALI) turun Rp 250 ke Rp 26.250, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 ke Rp 12.400, dan Blitz Megaplex (BLTZ) turun Rp 165 ke Rp 3.000.
(ang/hds)











































