Menutup perdagangan, Selasa (2/9/2014), IHSG menanjak 23,968 poin (0,46%) ke level 5.201,586. Sementara Indeks LQ45 melaju 5,424 poin (0,62%) ke level 885,528.
Wall Street berakhir mixed, menjauhi posisi rekor yang sebelumnya pernah diraih bulan lalu. Turunnya harga minyak dunia membuat saham-saham energi terkoreksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan akan mampu melanjutkan penguatan. Minat beli investor asing bisa menghambat laju IHSG dan menyeretnya ke zona merah.
Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 menguat 129,83 poin (0,83%) ke level 15.798,43.
- Indeks Straits Times menipis 0,17 poin (0,01%) ke level 3,328.13.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Semesta Indovest
Bursa AS ditutup mixed tadi malam dengan indeks Dow Jones turun 30,89 poin atau 0,18%, S&P 500 turun 0,05%, dan Nasdaq masih naik 0,39%. Pelemahan indeks didorong oleh turunnya saham-saham energi dan pertambangan setelah harga-harga komoditas seperti minyak mentah, logam, dan emas. Minyak mentah turun 3% ke level US$ 92 per barel, emas turun 1,7%. Investor juga menantikan ECB untuk membuat program stimulus baru.
Bursa eropa ditutup mixed akibat wait and see menantikan program stimulus baru dari ECB dan juga mengawasi perkembangan situasi politik di Rusia-Ukraina. Indeks FTSE naik 0,06%, CAC turun 0,03%, DAX naik 0,3%.
Bursa Indonesia hari ini diperkirakan akan bergerak positif ditopang oleh masih kuatnya minat beli pelaku pasar. Indeks EIDO naik 0,63%. Saham-saham yang dapat diperhatikan hari ini antara lain BBTN, PWON, ERAA, MPPA, LPKR.
Trust Securities
Meski nilai tukar Rupiah kembali melemah namun, laju IHSG mampu bertahan di zona hijau seiring masih adanya aksi beli para investor. Tampaknya pelaku pasar masih tereforia dengan rilis data-data inflasi dan neraca perdagangan yang mampu di atas estimasi dimana sebelumnya sempat diperkirakan kurang baik. Di sisi lain, laju bursa saham global juga masih bertahan positif dengan adanya optimisme langkah bank sentral terhadap pemulihan ekonomi meski rilis indeks manufakturnya kurang baik. Akan tetapi, penguatan yang terjadi sedikit berkurang setelah asing berbalik catatkan nett sell. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5201,95 (level tertingginya) di jelang akhir sesi 1 dan menyentuh level 5179,33 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 5201,59. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Rabu (3/9) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5075-5189 dan resisten 5212-5220. White marubozu melewati middle bollinger band (MBB ). MACD mencoba membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R kembali bergerak naik. Laju IHSG mampu bertahan di atas target support (5150-5167) dan juga mampu melampaui target resisten (5181-5192). Meski IHSG masih diselimuti sentimen positif namun, juga diikuti asing yang tercatat nett sell sehingga dapat mempengaruhi laju IHSG berbalik melemah. Untuk itu, tetap mencermati imbas dari pergerakan laju bursa saham global dan tidak langsung digunakan untuk profit taking.
(ang/ang)











































