Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di posisi Rp 11.760 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan kemarin.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 1,154 poin (0,02%) ke level 5.225,289 setelah kemarin cetak rekor tertinggi. Minimnya sentimen positif membuat IHSG sulit bergerak ke atas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG menipis 7,119 poin (0,14%) ke level 5.217,016. Investor melepas saham-saham yang kemarin sudah naik cukup tinggi.
Aksi beli selektif sempat membawa IHSG ke zona hijau, sampai ke titik tertingginya di level 5.232,663. Indeks masih belum bisa tembus rekor intraday tertingginya sepanjang masa di 5251,296 yang diraihnya pada Selasa 21 Mei 2013.
Menutup perdagangan, Kamis (4/9/2014), IHSG berkurang 18,813 poin (0,36%) ke level 5.205,322. Sementara Indeks LQ45 turun 4,445 poin (0,55%) ke level 885,286.
Perdagangan hari ini didominasi aksi jual investor lokal. Investor asing masih berburu saham, transaksi asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai lebih dari Rp 200 miliar di pasar reguler.
Hanya sektor tambang dan infrastruktur yang bisa menguat. Delapan sektor lainnya jatuh ke zona merah dipimpin sektor aneka industri.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 105.868 kali dengan volume 2,7 miliar lembar saham senilai Rp 3,1 triliun. Sebanyak 133 saham naik, 144 turun, dan 79 saham stagnan.
Rata-rata bursa Asia menutup perdagangan di zona merah. Pelaku pasar menyiapkan posisi menyambut hasil pertemuan Bank Sentral Eropa alias European Central Bank (ECB).
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 52,17 poin (0,33%) ke level 15.676,18.
- Indeks Hang Seng menipis 20,03 poin (0,08%) ke level 25.297,92.
- Indeks Komposit Shanghai menguat 18,23 poin (0,80%) ke level 2.306,86.
- Indeks Straits Times berkurang 8,04 poin (0,24%) ke level 3.340,73.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 5.000 ke Rp 180.000, United Tractor (UNTR) turun Rp 900 ke Rp 21.550, Matahari (LPPF) turun Rp 700 ke Rp 15.950, dan Lippo Insurance (LGPI) turun Rp 475 ke Rp 5.100.
(ang/hds)











































