Ini merupakan aksi korporasi terbesar di negara-negara emirat sejak krisis finansial global 2008 silam. Emaar Malls Group (EMG) akan melepas 2 miliar lembar saham yang mewakili 15,4% dari total kepemilikan.
Harga yang ditawarkan berkisar antara 2,5 dirham sampai 2,9 dirham. Targetnya maksimal bisa meraup 5,8 miliar dirham (Rp 15,8 triliun).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"EMG punya rekam jejak yang baik dan kami percaya ini adalah aset ikonik, punya induk usaha kuat, tim manajemen berpengalaman, dan pangsa pasar menarik di Dubai," kata Mohamed Alabbar, komisaris EGM, seperti dikutip AFP, Senin (15/9/2014).
Pasar saham Dubai selama ini bergerak datar, terutama sejak krisis finansial global menghantam ekonomi dunia di 2008 lalu. Imbasnya terasa sampai ke negara-negara di Timur Tengah.
Emaar Properties, induk usaha EMG, adalah perusahaan publik terbesar di Pasar Finansial Dubai. Emaar juga merupakan penggagas menara tertinggi di dunia Burj Khalifa.
Ekonomi Dubai sudah berangsur pulih sejak kena krisis enam tahun lalu, terutama berkat pertumbuhan yang pesat di sektor perdagangan, transportasi, dan pariwisata.
(ang/dnl)











































