Mereka sama-sama kaya berkat internet. Jack Ma (US$ 11,2 miliar) adalah pendiri raksasa eCommerce Alibaba, Ma Huateng (US$ 15,6 miliar) adalah pendiri Tencent yang dikenal dengan aplikasi WeChat, dan Robin Li ((US$ 16,3 miliar) CEO Baidu alias Google-nya Tiongkok.
Apa yang terjadi di Tiongkok saat ini sama seperti yang terjadi pada Amerika Serikat (AS) di akhir 90-an, yaitu booming perusahaan internet. Tapi uniknya, perusahaan ini tidak seperti perusahaan AS yang mendewakan omzet dan laba, tapi oleh orang-orang sederhana yang mau bekerja keras dan pantang menyerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Alibaba: Bermarkas di Hangzhou, didirikan 1999. Omzet US$ 2,54 miliar (+46% year-on-year). Perkiraan kapitalisasi pasar US$ 155 miliar.
- Tencent: Bermarkas di Shenzhen, didirikan 1998. Omzet US$ 3,21 miliar (+37% year-on-year). Perkiraan kapitalisasi pasar US$ 150 miliar.
- Baidu: Bermarkas di Beijing, didirikan 2000. Omzet US$ 1,93 miliar (+58,5% year-on-year). Perkiraan kapitalisasi pasar US$ 79 miliar.
Namun demikian, tidak bisa dipungkiri para pengusaha ini sudah bisa membaca pergerakan pasar sehingga bisa meraup hasil maksimal.
(ang/hds)











































