Pertama Kali Sejak 1958 Sony Tak Bagi Dividen, Buntut Rugi Rp 25 Triliun

Pertama Kali Sejak 1958 Sony Tak Bagi Dividen, Buntut Rugi Rp 25 Triliun

- detikFinance
Kamis, 18 Sep 2014 10:15 WIB
Pertama Kali Sejak 1958 Sony Tak Bagi Dividen, Buntut Rugi Rp 25 Triliun
Foto: Reuters
Tokyo - Untuk pertama kalinya sejak sahamnya diperdagangkan di Bursa Tokyo pada 1958, Sony tidak akan membagi dividen kepada pemegang saham. Pasalnya, perusahaan elektronik asal Jepang itu memprediksi rugi 230 miliar yen (Rp 25 triliun) akhir tahun ini.

Sony menyalahkan divisi telepon seluler (ponsel) atas kerugian ini. Penjualan ponsel pintar Sony sudah mengalami tekanan, terutama gara-gara kalah pamor dari dua pemain terbesar di industri yang sama, Samsung dan Apple.

Bahkan penjualan ponsel Sony di negara asalnya saja masih kalah oleh dua pesaingnya ini. Akibatnya pagi tadi saham Sony anjlok 12% membuka perdagangan di Bursa Tokyo. Sementara di Bursa New York, saham perusahaan asal Jepang ini juga anjlok hingga 7%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain tak bagi dividen, peringkat Sony juga sudah diturunkan menjadi junk oleh beberapa lembaga pemeringkat internasional. Analis Senior dari Daiwa Securities Hirokazu Kabeya, menyatakan koreksi saham Sony tidak bisa dihindari setelah adanya prediksi rugi itu.

"Pelaku pasar sudah biasa dengan prediksi rugi dari Sony, tapi tetap saja koreksi tajam tak bisa dihindari," katanya seperti dikutip AFP, Kamis (18/9/2014).

(ang/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads