Menteri Keuangan Chatib Basri menjelaskan pelemahan nilai tukar rupiah merupakan akibat dari kebijakan moneter dari Bank Sentral AS The Fed soal suku bunga. Meski baru rencana namun memberikan pengaruh terhadap investor.
"Normalisasi monetary policy di AS punya pengaruh," ujarnya dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Kamis (18/9/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahwa saat yang sama the fragile five semua terpukul. India, Turki, Brazil, Afrika Selatan, rupiah semuanya jatuh," ujarnya.
(mkl/ang)











































