Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 11.965 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 11.970 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi IHSG berkurang 8,256 poin (0,16%) ke level 5.219,326. Indeks mengakhiri reli pekan lalu di awal pekan. Investor domestik mulai mengambil untung dari penguatan IHSG sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG menipis 7,650 poin (0,15%) ke level 5.219,932. Indeks jatuh ke zona merah bersama seluruh bursa Asia. Tekanan jual belum mereda hingga siang tadi
Indeks sempat naik ke zona hijau tapi hanya sampai ke level 5.228 setelah itu turun lagi. Aksi jual menyasar saham-saham unggulan.
Menutup perdagangan awal pekan, Senin (22/9/2014), IHSG terkoreksi 7,779 poin (0,15%) ke level 5.219,803. Sementara Indeks LQ45 naik tipis 0,362 poin (0,04%) ke level 891,012.
Tiga sektor masih bisa menguat, yaitu konsumer, finansial, dan manufaktur. Tujuh sektor lainnya melemah. Investor asing kurang semangat hari ini meski mencatat pembelian bersih (foreign net buy) senilai lebih dari Rp 100 miliar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 180.798 kali dengan volume 4,3 miliar lembar saham senilai Rp 4,5 triliun. Sebanyak 110 saham naik, 179 turun, dan 89 saham stagnan
Bursa regional kompak menutup perdagangan di teritori negatif pada perdagangan awal pekan ini. Bursa saham Hong Kong dan Tiongkok jatuh cukup dalam.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 115,27 poin (0,71%) ke level 16.205,90.
- Indeks Hang Seng anjlok 350,67 poin (1,44%) ke level 23.955,49.
- Indeks Komposit Shanghai jatuh 39,59 poin (1,70%) ke level 2.289,87.
- Indeks Straits Times turun 5,82 poin (0,18%) ke level 3.299,23.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bank of India (BSWD) turun Rp 1.125 ke Rp 3.875, Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 750 ke Rp 6.000, Indocement (INTP) turun Rp 325 ke Rp 23.575, dan Matahari (LPPF) turun Rp 300 ke Rp 16.200.
(ang/hds)











































