Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 1,984 poin (0,04%) ke level 5.198,098. Namun aksi ambil untung terpaksa menyeret indeks jatuh lagi ke zona merah.
Indeks bergerak naik-turun tak lama setelah pembukaan perdagangan. Aksi ambil untung investor asing masih terjadi, sementara investor lokal mulai berburu saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi beli investor domestik berhasil membawa indeks bertahan di zona hijau. Meski poin yang dicetaknya masih tipis namun indeks sempat menanjak kembali ke level 5.200.
Saham-saham konsumer, konstruksi, dan perdagangan jadi target buruan investor. Berbeda dengan saham perkebunan, finansial, dan industri dasar yang dilepas investor.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 111.541 kali dengan volume 2,4 miliar lembar saham senilai Rp 2 triliun. Sebanyak 192 saham naik, 78 turun, dan 86 saham stagnan
Bursa-bursa regional hingga siang hari ini bergerak mix. Pelaku pasar belum berani mengambil risiko tinggi di tengah situasi bursa global yang belum kondusif.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 80,84 poin (0,50%) ke level 16.125,06.
- Indeks Hang Seng naik 92,12 poin (0,39%) ke level 23.929,19.
- Indeks Komposit Shanghai menguat 18,28 poin (0,79%) ke level 2.328,00.
- Indeks Straits Times turun 3,68 poin (0,11%) ke level 3.294,41.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain SMART (SMAR) turun Rp 250 ke Rp 6.500, Multi Prima (LPIN) turun Rp 250 ke Rp 6.100, Goodyear (GDYR) turun Rp 150 ke Rp 16.500, dan Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 125 ke Rp 16.000.
(ang/dnl)











































