Pada penutupan Sesi I perdagangan Selasa (30/9/2014), IHSG berada di posisi 5.149,65. Menguat 7,64 poin atau 0,15%.
Sementara Indeks LQ45 ditutup di posisi 875,66. Juga menguat 0,81 poin (0,09%).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luhut mengungkapkan, Jokowi akan menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 3.000 per liter pada November 2014. Kebijakan ini diyakini bisa menghemat anggaran sampai lebih dari Rp 150 triliun dan bisa digunakan untuk membangun infrastruktur.
Dari 10 sektor saham, delapan di antaranya menguat. Saham-saham yang diburu investor antara lain sektor agrikultur, aneka industri, industri dasar, dan manufaktur. Sementara hanya ada dua sektor yang melemah yaitu pertambangan dan barang konsumsi.
Saham-saham yang menguat dan masuk jajaran top gainers antara lain Elang Mahkota Teknologi (EMTK) naik Rp 1.100 menjadi Rp 7.100, Chandra Asri Petrochemical (TPIA) naik Rp 250 menjadi Rp 3.250, dan Lippo General Insurance (LPGI) naik Rp 245 menjadi Rp 4.995.
Saham-saham yang melemah dan menjadi top losers di antaranya adalah Matahari Department Store (LPPF) turun Rp 650 menjadi Rp 16.375, Siloam International Hospitals (SILO) turun Rp 275 menjadi Rp 15.400, dan Asahimas Flat Glass (AMFG) Rp 200 menjadi Rp 7.400.
Hingga Sesi I, terjadi 146.494 kali perdagangan yang melibatkan 2,94 miliar unit saham senilai Rp 2,78 triliun. Sebanyak 115 saham menguat, 153 saham melemah, dan 81 saham tak berubah.
Sentimen kenaikan harga BBM mampu membawa IHSG menguat di tengah bursa regional yang masih bergerak mixed cenderung melemah. Investor global masih mencemaskan rencana kenaikan suku bunga di Amerika Serikat dan aksi demonstrasi besar-besaran di Hong Kong.
Berikut adalah perkembangan sejumlah bursa saham di Asia:
- Nikkei 225 melemah 175,42 poin (1,08%) menjadi 16.135,22.
- Hang Seng melemah 278,55 poin (1,2%) menjadi 22.950,66.
- KOSPI melemah 9,5 poin (0,47%) menjadi 2.017,1.
- Straits Times melemah 24,61 poin (0,75%) menjadi 3.265,11.











































