Sah! Facebook Bayar Rp 228 Triliun untuk Beli WhatsApp

Sah! Facebook Bayar Rp 228 Triliun untuk Beli WhatsApp

- detikFinance
Selasa, 07 Okt 2014 10:56 WIB
Sah! Facebook Bayar Rp 228 Triliun untuk Beli WhatsApp
Duo pendiri WhatsApp, Brian Acton dan Jan Koum (Foto: Reuters)
San Francisco - Facebook Inc menyelesaikan pembelian aplikasi berbagi pesan, WhatsApp, dengan pembayaran US$ 19 miliar (Rp 228 triliun) awal pekan ini. Salah satu pendiri WhatsApp pun diangkat jadi direktur Facebook.

"Kami sudah tidak sabar untuk bisa menghubungkan lebih banyak orang di dunia, sekaligus memberikan nilai tambah bagi para pengguna WhatsApp," kata Facebook dalam keterangan tertulisnya yang dikutip AFP, Selasa (7/10/2014).

Jan Koum yang diangkat menjadi direktur Facebook tetap akan menjadi CEO WhatsApp. Sementara pendiri WhatsApp lainnya Brian Acton masih tetap berperan sebagai direktur di aplikasi yang tergolong masih muda itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski tak jadi direktur di Facebook, Acton juga akan diberi kepemilikan saham jejaring sosial terbesar di dunia itu. Saham-saham ini akan trus ditambah tiap tahun, jika keduanya tetap bertahan sebagai direktur WhatsApp.

Otoritas Uni Eropa memberikan lampu hijau atas aksi korporasi ini meski sempat ditolak oleh banyak perusahaan telekomunikasi Benua Biru karena bisa membunuh persaingan usaha.

Dalam penjelasan tertulisnya, Komisi Persaingan Usaha Uni Eropa menyebut, Facebook dan WhatsApp bukanlah kompetitor langsung sehingga konsumen punya banyak pilihan lain.

"Kami sudah mempelajari dengan hati-hati atas akuisisi ini dan menyatakan aksi korporasi ini tidak akan merusak persaingan usaha dalam pasar yang dinamis dan terus berkembang seperti sekarang ini," kata Komisaris Komisi Persaingan Usaha Uni Eropa Joaquin Almunia dalam keterangan tertulis.

Facebook pertama kali mengumumkan rencana pembelian aplikasi berbagi pesan dengan 600 juta pelanggan ini sejak Februari tahun ini. Akuisisi ini mendapat restu dari otoritas Amerika Serikat (AS) dua bulan kemudian pada April 2014.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads