2004, Rugi Charoen Pokphand Membengkak Akibat Flu Burung
Jumat, 14 Jan 2005 13:01 WIB
Jakarta - Perusahaan pakan ayam PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) memperkirakan jumlah kerugiannya pada tahun 2004 akan membengkak dibandingkan tahun 2003 yang rugi Rp 21 miliar. Tercatat hingga September 2004 saja rugi bersih perusahaan telah mencapai sebesar Rp 162 miliar dengan penjualan mencapai Rp 3,579 triliun. Sedangkan hingga akhir tahun 2004 ini perseroan memperkirakan penjualan meningkat sekitar 11 persen menjadi sekitar Rp 4,7 triliun dibanding akhir tahun 2003 sebesar Rp 4,297 triliun.Kerugian yang dialami perseroan tahun 2003 dan 2004 karena adanya kasus flu burung yang terjadi dalam dua tahun terkahir. Sehingga meski penjualan meningkat, Charoen Pokphand hingga akhir tahun 2004 ini masih akan membukukan kerugianDemikian diungkapkan Thomas Effendy, Direktur Keuangan Charoen Pokphand Indonesia dalam paparan publik yang berlangsung di Gedung BEJ, Jala Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat,(14/1/2005)."Sejak Agustus 2003 ada isu flu burung. Ini berlangsung hingga bulan Juni 2004. Sehingga, kasus ini sangat mempengaruhi performance perseroan pada tahun 2003-2004," katanya.Dijelaskan Thomas, kenaikan nilai penjualan 2004 dipicu oleh adanya kenaikan harga jual produk pakan ternak perseroan meskipun volume penjualan mengalami penurunan. Volume penjualan pakan ternak pada akhir tahun ini akan sedikit lebih rendah menjadi Rp 1,5 juta ton dibanding tahun 2003 mencapai 1,583 juta ton. Per September 2004 volume penjualan pakan ternak mencapai 1,154 juta ton.Untuk volume penjualan produk DOC (Day Old Chick) pada akhir 2004 mencapai 259 juta ekor atau turun dibanding tahun sebelumnya sebanyak 311,01 juta ekor. Per September 2004 volume penjualan DOC mencapai 194,56 juta ekor.Pada tahun 2005 ini menurut Thomas perseroan optimis bisa membukukan keuntungan seiring dengan telah selesainya kasus flu burung. Pada tahun ini perseroan memperkirakan volume penjualan pakan ternak akan meningkat sekitar 10 persen dan penjualan DOC sekitar 15 persen dibanding tahun 2004.Perseroan saat ini memiliki pangsa pasar sebesar 35 persen untuk produk pakan ternak dan sekitar 40 persen untuk produk DOC. Perseroan berencana melakukan restrukturisasi untuk mengangkat harga sahamnya. Salah satu opsi dalam restrukturisasi itu adalah right issue. "Tapi kita belum putuskan model restrukturisasinya bisa right issue atau yang lainnya," katanya.Saat ini harga saham Charoen di BEJ dengan kode perdagangan CPIN ada di level Rp 285 atau naik Rp 10 per saham.
(qom/)











































