Mengakhiri perdagangan, Rabu (29/10/2014), IHSG ditutup melesat 72,752 poin (1,45%) ke level 5.074,056. Sementara Indeks LQ45 ditutup melaju 16,941 poin (2,00%) ke level 863,472.
Wall Street terkena koreksi tipis setelah The Federal Reserve (The Fed) mengumumkan hasil pertemua dua hari. Bank sentral Amerika Serikat (AS) mengakhiri program stimulusnya yang sudah berlangsung sejak masa krisis ekonomi global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan masih bisa lanjutkan penguatan. Namun penguatannya mulai terbatas karena kemarin sudah naik cukup tinggi.
Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 93,77 poin (0,60%) ke level 15.647,68.
- Indeks Straits Times menguat 5,59 poin (0,17%) ke level 3.229,62.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Waterfront Securities: IHSG Diperkirakan Cenderung Menguat
Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Rabu 29 Oktober 2014 ditutup menguat 1,46% pada level 5074. Semua sektor menguat dengan kontribusi penguatan terbesar pada sektor aneka industri. Investor asing melakukan net buy senilai Rp1,93 triliun, termasuk transaksi di pasar negosiasi. Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah setelah sesuai dengan yang diperkirakan sebelumnya The Fed mengakhiri program pembelian obligasinya seiring dengan membaiknya perekonomian AS. Yield US T-Note 10 tahun mengalami kenaikan, dollar AS menguat dan harga emas melemah. The Fed tetap dengan komitmennya untuk mempertahankan suku bunga rendah hingga waktu yang dipertimbangkan. The Fed juga menyatakan kondisi pasar tenaga kerja AS membaik. Selain itu The Fed juga menyatakan bahwa meskipun dalam jangka pendek laju inflasi akan cenderung rendah karena turunnya harga minyak mentah, namun kemungkinan inflasi tidak akan tetap di bawah level 2%. Dollar AS menguat karena ekspektasi The Fed akan seger a menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan sebelumnya seiring dengan membaiknya data perekonomian AS. The Fed optimis akan pemulihan ekonomi AS, meskipun terjadi perlambatan ekonomi global. Indeks Harga Saham Gabungan hari ini diperkirakan bergerak cenderung menguat. IHSG akan berada di kisaran level 5050-5125. Rekomendasi: LSIP, PGAS, ASII, BMRI, BSDE, WIKA, KLBF, BBCA.
Mandiri Sekuritas
Pasar saham Amerika Serikat (AS) bergerak negatif, seiring bank sentral (The Fed) menghentikan program quantitative easing (QE). Koreksi dialami oleh indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar -0,18% dan S&P 500 yang turun -0,14%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh keputusan The Fed untuk menjaga suku bunga rendah. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar +0,24%. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan melemah tipis -0,17%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga mengalami terkoreksi. Harga minyak mentah WTI turun -0,23% ke level US$82,01 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -1,05% ke posisi US$1.211,40 per troy ounce.
Dari dalam negeri, pemerintah melalui Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro memastikan akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebelum tanggal 1 Januari 2015. Berdasarkan informasi, pemerintah akan menaikkan harga BBM bersubsidi seperti rencana semula, yakni Rp 3.000 per liter pada awal November 2014.
Di sisi lain, Analis Teknikal Mandiri Sekuritas mengatakan jika indeks harga saham gabungan (IHSG) masih diperdagangkan diatas MA 200 harian. IHSG bergerak menguat dan ditutup pada level 5.074, atau naik 1,45% pada perdagangan kemarin.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan namun dalam kisaran yang terbatas. IHSG akan bergerak di kisaran resistance 5.103 dan support 4.995.
(ang/ang)











































