Pada Selasa (11/11/2014), IHSG ditutup di posisi 5.032,28. Menguat 66,89 poin (1,3%).
Sementara Indeks LQ45 ditutup di posisi 859,04. Menguat 15,5 poin atau 1,84%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laju IHSG sejalan dengan pergerakan bursa-bursa regional. Investor global terlihat bergairah setelah Wall Street terus mencatatkan rekor terbaru.
Bursa Asia bergerak cenderung di jalur hijau. Bahkan Nikkei 225 (Jepang) menguat lebih dari 2%, dan Hang Seng (Hong Kong) tumbuh lebih dari 1%. Straits Times (Singapura) memang melemah, tapi tidak terlampau tajam.
Berikut perkembangan sejumlah bursa di Asia:
- Nikkei 225 menguat 343,58 poin (2,05%) menjadi 17.124,11
- Hang Seng naik 296,02 poin (1,25%) ke posisi 23.998,06
- KOSPI naik 4,77 poin (0,24%) menjadi 1.963
- Straits Times turun 10,19 poin (0,31%) menjadi 3.290,81
Seluruh sektor saham menguat, yang tertinggi adalah infrastruktur dengan kenaikan 2,16%. Penguatan paling rendah dialami sektor pertambangan yaitu 0,21%.
Saham-saham yang menguat cukup tajam dan menjadi top gainers antara lain Merck (MERK) naik Rp 11.500 menjadi Rp 179.000, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 675 menjadi Rp 23.600, dan Indocement (INTP) naik Rp 650 menjadi Rp 23.175.
Kemudian saham-saham yang melemah dan masuk kategori top loser di antaranya adalah Maskapai Reasuransi Indonesia (MREI) turun Rp 750 menjadi Rp 3.700, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 550 menjadi Rp 60.250, dan Mayora (MYOR) turun Rp 475 menjadi Rp 25.725.
(hds/hen)











































