Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (17/11/2014), IHSG ditutup naik tipis 4,455 poin (0,09%) ke level 5.053,943. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat tipis 1,701 poin (0,20%) ke level 867,218.
Indeks S&P 500 di pasar saham Wall Street berhasil mencetak rekor berkat aksi korporasi emiten bernilai US$ 100 miliar. Sentimen negatif Jepang yang masuk resesi bisa ditepis dengan baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan bisa menguat setelah pelaku pasar mendapat kepastian harga baru BBM subsidi. Aksi beli bisa muncul ditambah sentimen positif bursa regional.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 324,37 poin (1,91%) ke level 17.298,17.
- Indeks Straits Times naik 15,05 poin (0,46%) ke level 3.303,72.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Bahana Securities
Pada perdagangan Senin (17/11) IHSG naik 5 poin (+0.09%) ke level 5.043,94 menyusul perjanjian damai antara KMP dan KIH namun masih menanti kenaikan harga BBM sehingga hanya naik tipis di akhir sesi.
Saham-saham yang menjadi pendorong bursa hari ini a.l. TLKM, UNVR, PGAS, GGRM, dan INTP dimana asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 17,4 miliar dengan saham-saham yang banyak dijual asing a.l. BBNI, SMGR, ASII, ITMG, dan UNTR.
Secara teknikal, indeks belum keluar dari fase sideways dan masih test resist MA50 meski kenaikan hari ini didukung volume dan berhasil bertahan di area upper band bollinger. Stochastic dan RSI flat sementara MACD positif convergence.
Hari ini (18/11) IHSG diperkirakan akan bergerak mixed cenderung menguat di kisaran 5.025-5.075 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. INAF, JSMR, ITMG, KLBF, dan SSMS.
Rupiah Senin (17/11) ditutup di level 12.205 dan hari ini (18/11) diperkirakan akan bergerak di kisaran 12.174-12.240 dengan kecenderungan menguat.
Mandiri Sekuritas
Pasar saham Amerika Serikat (AS) bergerak flat seiring kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global. Penguatan diapresiasi oleh kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar +0,07% dan indeks S&P500 sebesar +0,07%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh ketegangan politik di Hong Kong yang mulai mereda. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar +1,82% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang menguat +0,72%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak mixed. Harga minyak mentah WTI turun -0,30% ke level US$75,41 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -0,10% ke posisi US$1.184,70 per troy ounce.
Dari dalam negeri, Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi sebesar Rp2.000/liter, mulai 18 November 2014. Dengan adanya kenaikan harga tersebut, akan ada penghematan anggaran subsidi Rp 100 triliun lebih. Pemerintah akan mengalihkan subsidi dari sektor konsumtif ke produktif seperti pembangunan infrastruktur, perlindungan social dan pengembangan sektor maritim.
Dengan adanya kenaikan harga BBM bersubsidi, pemerintah memperkirakan akan ada kenaikan inflasi sebesar 2%. Sehingga, estimasi inflasi di tahun 2014 diperkirakan sebesar 7,3%, dari sebelumnya 5,3% (sebelum adanya kenaikan harga BBM bersubsidi). Kenaikan inflasi juga masih akan dirasakan pada awal tahun 2015, namun nilainya tidak sebesar akhir tahun ini.
Di tempat terpisah, Analis Teknikal Mandiri Sekuritas mengungkapkan jika indeks harga saham gabungan (IHSG) akan bergerak menguat. Indeks akan bergerak di kisaran support 4.963 dan resistance 5.103. IHSG sendiri masih diperdagangkan di atas MA 200 harian. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat tipis ke level 5.053.
(ang/ang)











































