Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG menguat 20,301 poin (0,40%) ke level 5.074,244 berkat perburuan saham investor asing. Dana asing pun kembali mengalir masuk lantai bursa.
Indeks Dow Jones dan S&P 500 di Wall Street kembali mencetak rekor tertinggi. Kali ini didorong saham-saham kesehatan dan harapan pertumbuhan ekonomi global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan masih akan lanjutkan penguatan. Langkah pemerintah menaikkan BI Rate dan harga BBM subsidi sudah diprediksi pelaku pasar sebelumnya.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 naik tipis 15,00 poin (0,09%) ke level 17.359,06.
- Indeks Straits Times menguat 13,99 poin (0,42%) ke level 3.327,72.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Bahana Securities
Pada perdagangan Selasa (18/11) IHSG naik 49 poin (+0,96%) ke level 5.102,47 setelah pasar menanggapi positif kenaikan BBM sebesar Rp 2.000,- untuk premium dan solar.
Saham-saham yang menjadi pendorong kenaikan bursa hari ini a.l. BBCA, ASII, TLKM, BBRI, dan BMRI di mana asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp303,7 miliar dengan saham-saham yang banyak dibeli asing a.l. BBRI, JSMR, GGRM, ASII, dan BBCA.
Secara teknikal, indeks naik disertai volume dan tutup di atas MA50-nya di mana stochastic, RSI, dan MACD masih positif.
Hari ini (19/11) IHSG diperkirakan akan menguat di kisaran 5.050-5.150 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. AALI, ADRO, BBCA, BSDE, dan LPKR.
Rupiah Selasa (18/11) ditutup di level 12.150 dan hari ini (19/11) diperkirakan akan bergerak di kisaran 12.072-12.194 dengan kecenderungan melemah.
Mandiri Sekuritas
Pasar saham Amerika Serikat (AS) bergerak menguat seiring optimisme pertumbuhan ekonomi Paman Sam. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar +0,23% dan indeks S&P500 sebesar +0,51%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh rencana penyaluran stimulus bank sentral Eropa. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar +0,52% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang naik +0,07%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas mengalami koreksi. Harga minyak mentah WTI turun -0,48% ke level US$74,28 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -0,28% ke posisi US$1.193,70 per troy ounce.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebanyak 25 bps, menjadi 7,75%. Kenaikan ini dilakukan demi mengerem kredit macet dan menekan laju inflasi yang disebabkan oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Di sisi lain, kenaikan BI Rate diproyeksikan mendorong penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Analis Teknikal Mandiri Sekuritas mengungkapkan jika indeks harga saham gabungan (IHSG) masih berpotensi menguat. Indeks akan bergerak di kisaran support 5.029 dan resistance 5.143. IHSG sendiri masih diperdagangkan di atas MA 200 harian. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat ke level 5.102.
(ang/ang)











































