Dari Rugi Rp 3,2 T, Tambang Bakrie Bisa Untung Rp 1,5 T

Dari Rugi Rp 3,2 T, Tambang Bakrie Bisa Untung Rp 1,5 T

- detikFinance
Senin, 24 Nov 2014 14:48 WIB
Dari Rugi Rp 3,2 T, Tambang Bakrie Bisa Untung Rp 1,5 T
Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) beberapa tahun terakhir ini mencatat kinerja negatif akibat anjloknya harga jual batu bara. Paruh pertama tahun ini kinerja tambang Grup Bakrie ini mulai membaik.

Dalam bahan paparan publiknya yang dikutip detikFinance, Senin (24/11/2014), emiten berkode BUMI itu mencatat laba sebesar US$ 130 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun (kurs Rp 12.000/dolar AS) dibandingkan dengan periode yang saham tahun sebelumnya rugi US$ 269 juta (Rp 3,2 triliun).

Ada lonjakan sekitar 148% untuk kinerja BUMI di enam bulan pertama tahun ini. Padahal pendapatan Perseroan turun dari US$ 1,85 miliar menjadi hanya US$ 1,58 miliar di semester I-2014.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lonjakan tersebut karena penjualan sebagian saham anak usahanya, PT Kaltim Prima Coal, kepada salah satu pemberi utang Perseroan, yaitu China Investment Corporation (CIC).

Ke depannya Perseroan juga memiliki beberapa strategi untuk terus tumbuh, antara lain meningkatkan kapasitas produksi hingga 100 metrik ton di 2015, memangkas utang dan bunga secara signifikan.

Selain itu, Perseroan juga akan mempercepat pengembangan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dan menyelesaikan transaksi CIC.

"Menghasilkan kembali keuntungan (profit) di tahun 2015 dan dividen di tahun 2017," sebut BUMI dalam paparan publiknya.

Pada akhir Juni 2014, BUMI sudah menjual 44,2 juta metrik ton batubara, lebih tinggi 12% dari periode yang sama tahun sebelumnya 39,6 juta metrik ton. Tahun lalu produksi batu baranya mencapai 80 juta ton, tahun ini diprediksi bisa 83 juta ton.

Hasil tambang Perseroan dihasilkan oleh beberapa anak dan cucu usahanya, yaitu sebagai berikut.

Batu bara, minyak, dan gas:

  • KPC kepemilikan 51%
  • Arutmin kepemilikan 70%
  • IndoCoal Resources (Cayman) Ltd kepemilikan 70%
  • IndoCoal KPC Resources (Cayman) Ltd kepemilikan 50%
  • Gallo Oil (Jersey) - produksi minyak (tahap eksplorasi) kepemilikan 100%
  • Darma Henwa - jasa pertambangan (perusahaan afiliasi) kepemilikan efektif 31,43%
  • Fajar Bumi Sakti (FBS) (dalam tahap produksi) kepemilikan efektif 50%
  • Pendopo Energi Batubara (tahap eksplorasi) kepemilikan efektif 84,55%

Mineral (non batu bara) dimiliki melalui BRMS:

  • Gorontalo Minerals - tembaga dan emas (tahap eksplorasi) kepemilikan 80%
  • Citra Palu Minerals - emas (tahap eksplorasi) kepemilikan 96,97%
  • Dairi Prima Minerals - seng (tahap eksploitasi) kepemilikan 80%
  • Newmont Nusa Tenggara - emas (perusahaan afiliasi) kepemilikan 24%
  • Bumi Japan - jasa penjualan kepemilikan 100%
  • PT Sarkea Prima Mineralas kepemilikan 100%.
(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads