Ekspor ke Taiwan Diprediksi Naikkan Penjualan Sanex 50 %
Rabu, 19 Jan 2005 12:20 WIB
Jakarta - PT Sanex Qianjiang Motor International Tbk (SQMI) menargetkan pertumbuhan penjualan motor tahun 2005 naik 50 persen dibanding tahun 2004, karena adanya rencana ekspor motor ke Taiwan sebanyak 12.000 unit. Sedangkan penjualan dalam negeri tahun ini diproyeksikan mencapai 16.000 unit."Penjualan tahun 2005 bisa naik 50 persen apabila rencana ekspor motor ke Taiwan terealisir tahun sebanyak 12.000 unit tercapai ," kata Johan Y Djuardi, Direktur Sanex dalam paparan publik yang berlangsung di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Rabu,(19/1/2005).Menurut Johan, total ekspor Taiwan yang rencananya dilakukan untuk periode Juni 2005-Juni 2006 sebanyak 24.000 unit. Sedangkan untuk tahun 2005 saja perseroan merencanakan ekspor motor ke Taiwan sebanyak 12.000 unit. Sedangkan penjualan motor di dalam negeri untuk tahun 2005 sebanyak 16.000 unit.Namun menurut Johan, jika rencana ekspor motor ke Taiwan batal, maka pertumbuhan penjualan 2005 hanya sebesar 10 persen. Sampai dengan November 2004, perseroan mencatat penjualan sebesar Rp 44,849 miliar, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2003 sebesar Rp 32,530 miliar. Namun penjualan sampai November 2004 belum memenuhi target awal perseroan pada November 2004 sebesar Rp 52,056 miliar.Adapun, sampai dengan November 2004, perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp 484 juta atau mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun 2003 sebesar Rp 1,735 juta.Sampai akhir tahun 2004, diperkirakan pencapaian penjualan sebesar Rp 48 miliar atau hanya mencapai 85 persen dari target awal sebesar Rp 56 miliar. Adapun pencapaian ini lebih besar 35 persen dibandingkan tahun 2003.Saham SQMI disuspensi sejak 28 Desember 2004 karena penurunan harga saham yang signifikan dari Rp 285 pada tanggal 8 Desember menjadi Rp 135 pada 27 Desember atau turun Rp 150 atau 52,6 persen. Dari hasil pertemuan dengan BEJ, perseroan telah menjelaskan bahwa kenaikan harga saham semata karena faktor mekanisme pasar dan perseroan tidak mempunyai aksi korporasi pada periode tersebut."Kami mengharapkan BEJ segera mencabut suspensi kami, dalam waktu satu-dua minggu mendatang setelah penjelasan kami ke BEJ," kata Johan.Saat ini, kepemilikan saham Sanex dimiliki oleh Sanex International 60 persen, sisanya dimiliki oleh PT Supra Surya Danawan Sekuritas 9 persen, PT Hortus Danavest Tbk 6 persen dan publik dibawah 5 persen sebesar sebesar 25 persen.
(qom/)











































