Sandiaga Uno Jual Saham 2 Perusahaannya di Pasar Modal Tahun Depan

Sandiaga Uno Jual Saham 2 Perusahaannya di Pasar Modal Tahun Depan

- detikFinance
Senin, 01 Des 2014 18:34 WIB
Sandiaga Uno Jual Saham 2 Perusahaannya di Pasar Modal Tahun Depan
Jakarta - Sandiaga Uno, Pemilik dan Presiden Direktur PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) berencana membawa 2 anak usahanya untuk bisa melantai di bursa saham di tahun depan melalui Initial Public Offering (IPO).

Perusahaan tersebut adalah PT Medco Power Indonesia (MPI) dan PT Tri Wahana Universal (TWU).

"Kita kaji ulang. Bukan mustahil kalau kondisi ekonomi baik, Q1-2015 bisa. Tapi kalau kuartal satu agak berat, kemungkinan di paruh pertama atau kedua tahun depan, 2 anak usaha di bidang infrastruktur yaitu Medco Power dan Tri Wahana Universal," kata Sandi usai acara Public Expose Perseroan, di Gedung BEI, Jakarta, Senin (1/12/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sandi menjelaskan, meskipun belum bisa memastikan besaran saham yang akan dilepas, namun secara umum pelepasan saham akan dilakukan sekitar 15-30%.

"Berapa persen belum pasti, secara umum kita lepas 15-30%. IPO ya buat ekspansi," katanya.

Sandi menyebutkan, di bisnis power plant, PT Medco Power Indonesia (MPI), sebuah perusahaan pembangkit listrik yang fokus pada sumber terbarukan, berhasil meningkatkan kapasitas pembangkit listrik gas dari 200 MW menjadi 220 MW melalui peningkatan efisiensi dari siklus tunggal ke siklus gabungan.

MPI bersama dengan konsorsium Sarulla memperoleh pembiayaan sebesar US$ 1,7 miliar dan untuk proyek Sarulla tahap pertama akan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial di tahun 2016.

Di sektor bisnis kilang minyak, PT Tri Wahana Universal (TWU) mencatat penjualan sebesar Rp 4,6 triliun, meningkat hingga 109% pada periode yang sama tahun 2013, terutama peningkatan pada produksi kilang minyak.

Sebagai fasilitas kilang minyak mini yang hanya berjarak 5 km dari ladang minyak Mobil Cepu, TWU lebih sedikit mengeluarkan biaya logistik, di mana umumnya merupakan komponen biaya yang besar pada bisnis pengilangan minyak.

(drk/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads