BII Selesaikan Akusisi Wom Finance Sekitar April-Mei 2005
Kamis, 20 Jan 2005 15:25 WIB
Jakarta -
PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) akan menyelesaikan proses akuisisi 75 persen saham PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) sekitar April atau Mei 2005. Sebelum melakukan akuisisi tersebut BII akan menerbitkan obligasi senilai US$ 150-200 juta."Kami perkirakan akuisisi WOM Finance selesai pada April atau Mei 2005 saat ini masih dalam proses dan menunggu persetujuan dari Bank Indonesia," kata Dirut BII Henry Ho.Henry Ho mengungkapkan hal itu disela-sela acara kerja sama sewa kendaraan bermotor dan pool management dengan PT Tunas Financindo Sarana yang berlangsung di Hotel Nikko Jakarta, Kamis,(20/1/2005).BII akan mengakuisisi saham WOM Finance sebesar 75 persen, dimana pada akhir tahun 2004 WOM Finance terlebih telah mencatatkan mencatatkan perusahaan terbuka di Bursa Efek Jakarta (BEJ).Untuk menghindari pelanggaran Batas Minimum Pemberian Kredit (BMPK) yang tidak boleh melebihi 10 persen dari modal, BII juga akan menerbitkan obligasi sub ordinasi sebesar US$ 150-200 juta untuk rencana akusisi tersebut. "Sekarang kami sedang dalam proses menunjuk penasehat keuangan, jika sudah waktunya akan kita umumkan," ujar Henry.Temasek Ikut Private PlacementMengenai kemungkinan Konsorsium Sorak menambah kepemilikan sahamnya di BII dalam proses private placement yang dilakukan pemerintah sebesar 15,25 persen pada selasa 18 Januari 2005, Henry mengaku tidak memberikan penjelasan."Yang berhak mengumumkan itu PPA (Perusahaan Pengelola Aset), saya tidak tahu apakah Kookmin ikut, tapi yang pasti Temasek ikut melakukan penawaran. Dari proses tersebut kita melihat minat investor lokal dan asing sangat besar terhadap saham BII,"ujarnya.Konsorsium Sorak (Sorak Financial Holdings Pte Ltd) terdiri dari Kookmin Bank (korea Selatan), Barclay Capital dan Temasek Holding Plc. (Singapura) sebelum divestasi lanjutan memiliki saham sebesar 56,88 persen. Sisanya saham BIII dimiliki oleh pemerintah 20,78 persen dan publik 22,34 persen. Namun saat ini kepemilikan pemerintah pasca divestasi lanjutan tinggal sebesar 5,53 persen setelah melepas 15,25 persen.Henry juga menjelaskan, bahwa pihaknya akan ikut serta dalam proyek infrastruktur pemerintah. Sayangnya dia belum bisa menyebutkan berapa alokasi dana BII untuk proyek tersebut. "Kami sangat mendukung proyek infrastruktur tersebut, terutama untuk pembiayaan industri, kontraktor dan supplier," ujar Henry.
(qom/)










































