Maksudnya, sahamnya sudah mencapai titik harga terendah di Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu Rp 50 per lembar. Saham-saham ini biasanya sudah jarang diperdagangkan, meski kadang masih juga ditransaksikan.
"Kalau sudah sampai Rp 50 per lembar biasanya susah naik lagi. Soalnya respons orang juga sudah negatif," kata Kepala Riset Woori Korindo Securities, Reza Priyambada, kepada detikFinance, Jumat (5/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut beberapa saham-saham 'gocap' yang masih bertahan di pasar modal dalam negeri:
- PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk (UNSP)
- PT Leyand International Tbk (LAPD)
- PT Bakrieland Development Tbk (ELTY)
- PT Borneo Lumbung Energi Tbk (BORN)
- PT Star Petrochem Tbk (STAR)
- PT Multi Agro Gemilang Tbk (MAGP)
- PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR)
- PT Indo Acidatama Tbk (SRSN)
- PT Darma Henwa Tbk (DEWA)
- PT Gading Devepment Tbk (GAMA)
- PT Truba Alam Manunggal Engineering (TRUB)
- PT Kertas Basuki Rachmat Tbk (KBRI)
- PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), dll
(ang/dnl)











































