Paling tidak, ada 2 perusahaan yang dinilai sudah layak bisa melantai di bursa saham tahun depan.
Perusahaan tersebut adalah, anak usaha PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (GIIA), yaitu PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF). Lalu kedua adalah PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, anak perusahaan BUMN yang dinilai punya potensi tinggi bisa didorong untuk IPO.
"Soal IPO kesempatannya kita meningkatkan value, tidak lagi terbatas BUMN-BUMN di induk tapi di anak-anak perusahaannya, misalnya anak perusahaan penerbangannya, yang sudah punya nilai tinggi, GMF Aero. Salah satu anak perusahaan perkebunan PTPN VII, semua diberi kesempatan," ujar Pandu.
Ini diungkapkan Pandu dalam acara CEO Networking 2014 bertema Opportunities and Challenges Toward ASEAN Economic Community 2015, di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali, Sabtu (6/12/2014).
Saat ini, kata Pandu, pihaknya masih harus melengkapi berbagai rancangan kerja perusahaan-peeusahaan ke depan.
"Kita nunggu RKAP sehingga masih harus nunggu mana-mana anak usaha yang berpotensi, kemungkinan semester pertama atau kedua tahun depan," terang dia.
Selain itu, Pandu menyebutkan, rencana BUMN ke depan juga bagaimana mendorong perusahaan-perusahaan untuk bisa membentuk holding agar lebih efektif.
"Holding BUMN tetap, terus berjalan," katanya.
(drk/dnl)










































