"Saya sudah bicara ke Pak Dahlan bulan Juni," katanya ditemui usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Auditorium Garuda City Center (GCC), Tangerang, Jumat (12/12/2014).
Pada saat itu, Emir meminta agar diizinkan mundur sebelum 2015. Alasannya, Emir ingin direksi Garuda yang baru bisa mempersiapkan rencana kerja lebih awal, sebelum masuk ke 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka dari itu, Emirsyah berharap kinerja Garuda bisa kembali bersinar tahun depan setelah ada perencanaan kerja yang matang dari direksi baru.
"Pak Arif punya waktu sampai akhir tahun menyiapkan langkah-langkah. Pak Arif banyak hal-hal yang diperjuangkan, tahun depan menantang ada Skytrax, tapi saya yakin 2015 akan rebound dan untung kembali," jelasnya.
Untung tersebut, kata Emirsyah, berdasarkan prediksi turunnya harga avtur seiring harga minyak dunia. Sehingga biaya operasional Garuda pun diprediksi akan lebih efisien.
(ang/dnl)











































