Rupiah 'Melempem', Menteri Rini: Saya Juga Sedih

Rupiah 'Melempem', Menteri Rini: Saya Juga Sedih

- detikFinance
Selasa, 16 Des 2014 12:24 WIB
Rupiah Melempem, Menteri Rini: Saya Juga Sedih
Rini Soemarno, Menteri BUMN
Jakarta - Menteri BUMN Rini Soemarno mengaku sedih melihat nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Dia pun meminta BUMN untuk memantau dan mewaspadai dampak dari pelemahan nilai tukar.

Mengutip Reuters, dolar AS saat ini berada di posisi Rp 12.670. Dolar AS sempat menyentuh posisi tertinggi di Rp 12.926.

"Saya juga sedih. Sampai akhir tahun semua mata uang terhadap dolar melemah. Tapi kita harus hati-hati karena yang paling utama menjaga current account deficit (defisit transaksi berjalan) jangan terlalu parah," tutur Rini usai menjenguk korban ledakan pabrik PT Krakatau Posco di RSPP, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (16/12/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejauh ini, Rini menyebutkan pelemahan nilai tukar belum mempengaruhi penetapan tarif handling charge di pelabuhan yang dikelola PT Pelindo I sampai IV. Tarif pelabuhan untuk layanan internasional masih tetap memakai kurs dolar.

"Kalau handling charge pelabuhan mengacu ke dunia internasional karena pengiriman di sana harus ada charge dalam dolar," kata Rini

Jika ada penyesuaian tarif dalam bentuk rupiah, lanjut Rini, maka tarif harus mengikuti pergerakan mata uang negara yang dituju.

"Yang dilakukan pembayaran rupiah tapi harus disesuaikan dengan transaksi ke pelabuhan mana. Pakai currency asing tempat tujuan," jelasnya.

Sebelumnya, Rini menyarankan agar BUMN berhati-hati dalam menyikapi pelemahan rupiah. Terutama BUMN yang punya utang valas dalam jumlah besar.

"Yang saya khawatirkan adalah BUMN punya pinjamannya dolar, padahal pendapatan bukan dolar. Ini saya khawatirkan. Ini sangat sulit posisinya," tegas Rini.

Kementerian BUMN, lanjut Rini, akan memperketat perizinan utang valas bagi perusahaan pelat merah yang pendapatannya mayoritas dalam bentuk rupiah.

"Kalau jual barang dalam dolar seperti batu bara boleh pinjam dolar karena dibayar dolar. Kalau kita jualan kacang, itu pemasukan rupiah, kita pinjam rupiah," ujarnya.

Kementerian BUMN juga akan mendorong penerapan sistem hedging atau asuransi kurs. Hedging kurs akan diberlakukan kepada BUMN yang rentan terkena dampak pelemahan rupiah.

"Sekarang sudah diperbolehkan hedging," ucapnya.

(feb/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads