Mengutip Reuters, dolar AS saat ini berada di posisi Rp 12.670. Dolar AS sempat menyentuh posisi tertinggi di Rp 12.926.
"Saya juga sedih. Sampai akhir tahun semua mata uang terhadap dolar melemah. Tapi kita harus hati-hati karena yang paling utama menjaga current account deficit (defisit transaksi berjalan) jangan terlalu parah," tutur Rini usai menjenguk korban ledakan pabrik PT Krakatau Posco di RSPP, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (16/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau handling charge pelabuhan mengacu ke dunia internasional karena pengiriman di sana harus ada charge dalam dolar," kata Rini
Jika ada penyesuaian tarif dalam bentuk rupiah, lanjut Rini, maka tarif harus mengikuti pergerakan mata uang negara yang dituju.
"Yang dilakukan pembayaran rupiah tapi harus disesuaikan dengan transaksi ke pelabuhan mana. Pakai currency asing tempat tujuan," jelasnya.
Sebelumnya, Rini menyarankan agar BUMN berhati-hati dalam menyikapi pelemahan rupiah. Terutama BUMN yang punya utang valas dalam jumlah besar.
"Yang saya khawatirkan adalah BUMN punya pinjamannya dolar, padahal pendapatan bukan dolar. Ini saya khawatirkan. Ini sangat sulit posisinya," tegas Rini.
Kementerian BUMN, lanjut Rini, akan memperketat perizinan utang valas bagi perusahaan pelat merah yang pendapatannya mayoritas dalam bentuk rupiah.
"Kalau jual barang dalam dolar seperti batu bara boleh pinjam dolar karena dibayar dolar. Kalau kita jualan kacang, itu pemasukan rupiah, kita pinjam rupiah," ujarnya.
Kementerian BUMN juga akan mendorong penerapan sistem hedging atau asuransi kurs. Hedging kurs akan diberlakukan kepada BUMN yang rentan terkena dampak pelemahan rupiah.
"Sekarang sudah diperbolehkan hedging," ucapnya.
(feb/hds)











































