Dolar Makin Tinggi, JK: Tidak Semua Masyarakat Susah, Banyak yang Senang

Dolar Makin Tinggi, JK: Tidak Semua Masyarakat Susah, Banyak yang Senang

- detikFinance
Selasa, 16 Des 2014 14:02 WIB
Dolar Makin Tinggi, JK: Tidak Semua Masyarakat Susah, Banyak yang Senang
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan tidak semua masyarakat Indonesia merasa susah dengan melonjaknya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah. Ada juga yang memang sudah menunggu dolar AS menguat.

"Yang menghasilkan barang ekspor akan mendapatkan manfaat. Yang tanam kopi, cokelat, karet. Tidak semua masyarakat yang susah. Banyak juga yang senang," kata JK usai acara Palang Merah Indonesia (PMI) di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (16/12/2014).

Menurutnya, dolar AS yang menguat menjadi berkah bagi para pengusaha yang menjual barangnya ke luar negeri alias eskportir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu bagus untuk ekspor kita. Supaya defisit kita berkurang. Artinya, barang-barang ekspor makin mahal rupiahnya," jelasnya.

Maka dari itu, kata JK, terjadi keseimbangan baru antara ekspor dan impor. Di satu sisi biayanya makin mahal, tapi di sisi lain memberikan manfaat.

"Karena itu ada yang kemahalan tapi ada yang memberi manfaat," imbuhnya.

Pemerintah akan melakukan antisipasi dalam menghadapi penguatan dolar AS ini supaya masyarakat tidak terlalu kena imbasnya.

"Kita stabilkan kebutuhan pokok, seperti beras, gula, daging. Kita kurangi inflasi," ujarnya.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads