"Kalau kemarin itu sudah tahapan waspada," ungkap Robert di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (16/12/2014).
Intervensi dari BI, menurut Robert, cukup menenangkan situasi. Langkah tersebut menyebabkan rupiah menguat setelah pagi tadi sempat nyaris menembus Rp 13.000.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Robert menilai pemerintah belum perlu melakukan pembelian kembali (buyback) obligasi meskipun dananya telah disiapkan.
"Kita monitor dulu pasar SBN, kita belum perlu melakukan buyback. Sekarang sudah stabil," imbuhnya.
Kemenkeu, tambah Robert, juga telah melakukan komunikasi dengan bank-bank besar selaku pemegang Surat Berharga Negara (SBN). Sejauh ini, bank-bank tersebut belum melepas SBN yang mereka miliki.
"Kita juga telepon bank-bank besar seperti JP Morgan, Standard Chartered, Citibank. Nggak ada yang lepas SBN. Jadi saya happy," tukas Robert.
(mkl/hds)











































