Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 12.645 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.705 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG jatuh 40,482 poin (0,79%) ke level 5.067,950 kena tekanan jual akibat melemahnya nilai tukar rupiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG terjun 94 poin (1,85%) ke level 5.013,934 jatuh semakin dalam akibat maraknya aksi jual. Indeks nyaris turun lagi ke level 4.900.
Aksi beli masih terjadi di saham-saham perkebunan dan aneka industri, tapi tak mampu bawa IHSG positif. Indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau.
Menutup perdagangan, Selasa (16/12/2014), IHSG amblas 82,404 poin (1,61%) ke level 5.026,028. Sementara Indeks LQ45 jatuh 17,049 poin (1,94%) ke level 862,083.
Posisi terendah yang sempat disinggahi Indeks hari ini ada di level 5.005. Dana asing pun mengalir keluar dari lantai bursa.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 1,245 triliun di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 347.762 kali dengan volume 8,345 miliar lembar saham senilai Rp 7,502 triliun. Sebanyak 67 saham naik, 262 turun, dan 56 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia berjatuhan gara-gara sentimen penguatan dolar AS, rata-rata pelemahannya cukup dalam hingga lebih dari dua persen. Bursa saham Tiongkok satu-satunya yang menguat berkat rencana pemberian stimulus oleh pemerintah setempat.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:
- Indeks Nikkei 225 terjun 344,08 poin (2,01%) ke level 16.755,32.
- Indeks Hang Seng anjlok 357,35 poin (1,55%) ke level 22.670,50.
- Indeks Komposit Shanghai melonjak 68,10 poin (2,31%) ke level 3.021,52.
- Indeks Straits Times amblas 76,26 poin (2,32%) ke level 3.217,88.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lion Metal (LION) turun Rp 2.000 ke Rp 8.100, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.225 ke Rp 58.500, Indocement (INTP) turun Rp 1.125 ke Rp 23.275, dan Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 950 ke Rp 4.100.
(ang/hds)










































