Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 12.435 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 12.490 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menguat 16,398 poin (0,32%) ke level 5.161,019 setelah dapat sentimen positif dari pasar global. Aksi beli investor asing kembali berlanjut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG menipis 1,082 poin (0,02%) ke level 5.143,439 di tengah perdagangan yang sepi. Investor sudah giat berburu saham dalam dua perdagangan terakhir sehingga hari ini menarik nafas dulu.
Pagi tadi masih banyak indeks sektoral di lantai bursa yang menguat, kali ini malah hanya satu sektor yang bisa menguat yaitu industri dasar. Aksi jual investor domestik makin ramai jelang penutupan perdagangan.
Menutup perdagangan awal pekan, Senin (22/12/2014), IHSG turun 18,849 poin (0,37%) ke level 5.125,772. Sementara Indeks LQ45 melemah 2,941 poin (0,33%) ke level 883,131.
Investor asing tidak terlalu bersemangat dalam transaksi hari ini. Perdagangan investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 357,793 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 207.284 kali dengan volume 12,3 miliar lembar saham senilai Rp 5,5 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 191 turun, dan 77 saham stagnan.
Positifnya Wall Street pekan lalu memberi sentimen positif ke pergerakan bursa-bursa di Asia. Sore ini pasar saham regional kompak menguat.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:
- Indeks Nikkei 225 naik tipis 13,74 poin (0,08%) ke level 17.635,14.
- Indeks Hang Seng melonjak 291,94 poin (1,26%) ke level 23.408,57.
- Indeks Komposit Shanghai menguat 18,85 poin (0,61%) ke level 3.127,44.
- Indeks Straits Times menanjak 45,48 poin (1,39%) ke level 3.325,01.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Kordsa (BRAM) turun Rp 1.100 ke Rp 4.500, Mayora (MYOR) turun Rp 550 ke Rp 20.900, Unilever (UNVR) turun Rp 500 ke Rp 31.500, dan Impack (IMPC) turun Rp 425 ke Rp 5.650.
(ang/hds)











































