Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 12.440 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.470 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 1,738 poin (0,03%) ke level 5.168,721. Investor dapat semangat dari positifnya bursa global dan regional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG menguat tipis 5,648 poin (0,11%) ke level 5.172,631. Indeks berhasil menghindari zona merah meski dengan penguatan yang tipis.
Saham-saham di sektor agrikultur memimpin penguatan. Tujuh indeks sektoral berhasil menguat, kecuali tiga yang melemah yaitu infrastruktur, finansial, dan pertambangan.
Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (29/12/2014), IHSG ditutup menanjak 11,390 poin (0,22%) ke level 5.178,373. Sementara Indeks LQ45 melaju 1,953 poin (0,22%) ke level 892,815.
Aksi beli banyak dilakukan investor domestik. Sedangkan transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 84,083 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 176.436 kali dengan volume 7,783 miliar lembar saham senilai Rp 4,527 triliun. Sebanyak 150 saham naik, 129 turun, dan 97 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia rata-rata berhasil menutup perdagangan di zona hijau awal pekan ini berkat sentimen positif Wall Street pekan lalu. Hanya pasar saham Jepang yang masih melemah.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 89,12 poin (0,50%) ke level 17.729,84.
- Indeks Hang Seng melonjak 423,84 poin (1,82%) ke level 23.773,18.
- Indeks Komposit Shanghai naik 10,41 poin (0,33%) ke level 3.168,02.
- Indeks Straits Times bertambah 12,05 poin (0,36%) ke level 3.365,73.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Batavia (BPII) turun Rp 450 ke Rp 1.350, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 225 ke Rp 59.375, Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 175 ke Rp 6.200, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 150 ke Rp 15.450.
(ang/hds)











































