Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 2,845 poin (0,05%) ke level 5.217,204. Investor masih lakukan aksi tunggu.
Indeks tak bertahan lama di zona hijau. Aksi jual investor asing memaksa Indeks jatuh ke teritori negatif, sampai di titik terendahnya di 5.199,775.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investor asing masih terus melepas saham. Sejak awal tahun ini pemodal asing sudah mencatat penjualan bersih senilai Rp 268,7 miliar.
Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi jual. Empat sektor masih bertahan positif, yaitu pertambangan, konsumer, finansial, dan manufaktur.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 131.486 kali dengan volume 3,416 miliar lembar saham senilai Rp 2,47 triliun. Sebanyak 111 saham naik, 134 turun, dan 99 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia bergerak mix hingga rehat siang hari ini. Sentimen rendahnya harga minyak dunia masih membayangi pergerakan pasar.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 anjlok 203,22 poin (1,19%) ke level 16.884,49.
- Indeks Hang Seng naik 55,13 poin (0,23%) ke level 24.271,10.
- Indeks Komposit Shanghai menguat 12,05 poin (0,37%) ke level 3.247,35.
- Indeks Straits Times menipis 2,40 poin (0,07%) ke level 3.338,67.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.100 ke Rp 15.675, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 425 ke Rp 60.425, Blue Bird Tbk naik naik Rp 375 ke Rp 11.075, dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 350 ke Rp 11.550.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 650 ke Rp 3.255, Mayora (MYOR) turun Rp 375 ke Rp 21.025, Siloam (SILO) turun Rp 275 ke Rp 13.225, dan Solus Tunas (SUPR) turun Rp 200 ke Rp 7.500.
(ang/dnl)











































