Koreksi Wall Street Berimbas ke Bursa Dalam Negeri

Rekomendasi Saham

Koreksi Wall Street Berimbas ke Bursa Dalam Negeri

- detikFinance
Jumat, 16 Jan 2015 08:55 WIB
Koreksi Wall Street Berimbas ke Bursa Dalam Negeri
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin naik 29 poin, kompak menguat bersama bursa-bursa regional. Saham-saham unggulan dikoleksi investor domestik.

Mengakhiri perdagangan, Kamis (15/1/2015), IHSG ditutup melaju 29,044 poin (0,56%) ke level 5.188,712. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 6,749 poin (0,76%) ke level 893,685.

Wall Street kena koreksi di hari kelima secara berturut-turut. Investor khawatir ekonomi global akan lesu dan membuat kinerja emiten memburuk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 106,38 poin (0,61%) ke level 17.320,71, Indeks S&P 500 jatuh 18,6 poin (0,92%) ke level 1.992,67 dan Indeks Komposit Nasdaq anjlok 68,50 poin (1,48%) ke level 4.570,82.

Hari ini IHSG diperkirakan akan mengalami koreksi akibat maraknya sentimen negatif yang beredar. Investor asing juga masih akan melepas saham hari ini.

Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 anjlok 341,75 poin (2,00%) ke level 16.766,95.
  • Indeks Straits Times menipis 0,13 poin (0,00%) ke level 3.338,71.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Waterfront Securities
Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Kamis 15 Januari 2015 ditutup menguat 0,56% pada level 5188. Faktor positif berasal dari penguatan indeks bursa Asia. Sektor aneka industri menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing net sell Rp620,1 miliar. Seperti yang diperkirakan, BI mempertahankan BI Rate pada level 7,75%. Indeks di bursa Wall Street kembali ditutup melemah selama lima hari berturut-turut, yang dipicu oleh laporan keuangan Bank of America, Citigroup dan Best Buy yang mengecewakan. Sebelumnya indeks Dow Jones futures berfluktuasi setelah Swiss National Bank secara tak terduga mengakhiri nilai tukar mata uangnya yang rendah. Saham eksportir di Swiss melemah karena mata uang negara itu menguat dibandingkan euro dan dollar AS. Langkah yang dilakukan Swiss ini diperkirakan sebagai antisipasi QE oleh ECB. Sebelumnya Bank sentral India secara tak terduga menurunkan suku bunganya menjadi 7,75% dari sebelumnya 8%. Kucuran kredit di China bulan Desember mening kat menjadi 1,69 triliun yuan, lebih baik dari estimasi 1,2 triliun yuan. Data initial claims pekan lalu meningkat menjadi 316 ribu dari 297 ribu. Data PPI bulan Desember ÒАУ0,3% dari bulan sebelumnya 0,2%. Indeks Empire manufacturing membaik pada level 9,9. Untuk Indeks Harga Saham Gabungan hari diperkirakan bergerak cenderung mixed. IHSG diperkirakan berada di kisaran level 5160-5225. Rekomendasi: ASRI, INDF, BBRI, TLKM, AKRA, BSDE.

Mandiri Sekuritas
Pasar saham Amerika Serikat (AS) semalam kembali ditutup melemah. Indeks Dow Jones Industrial Avg terkoreksi -0,61%, sedangkan indeks S&P500 turun -0,92%.

Dari pasar Asia, pergerakan indeks utama regional pagi ini bergerak negatif. Indeks Nikkei 225 (Jepang) melemah -1,65%, sedangkan indeks KOSPI Composite (Korea Selatan) terkoreksi -1,19%.

Sementara Harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak mixed. Harga minyak mentah WTI naik +0,11% ke level US$46,30 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -0,29% ke posisi US$1.261,10 per troy ounce.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 7,75%, meskipun tekanan inflasi menurun, karena pemerintah kembali menyesuaikan harga bahan bakar minyak. BI juga mengarahkan laju inflasi di sasaran 4% plus minus 1% pada 2015 hingga 2016, serta menyasar defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit) tidak melebihi 3% dari produk domestik bruto (PDB).

Analis Teknikal Mandiri Sekuritas sendiri mengungkapkan jika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan kenaikan. Pada perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak dikisaran support 5.158 dan resistance 5.247.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads