Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun 21,246 poin (0,40%) ke level 5.302,639. Indeks terkena aksi ambil untung setelah pekan lalu cetak rekor tertinggi.
Indeks langsung meluncur tajam sejak pembukaan perdagangan. Posisi terendah yang sempat disinggahi Indeks hari ini ada di level 5.222,338.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semua saham-saham yang pekan lalu menguat kini jadi sasaran aksi jual. Akhirnya seluruh indeks sektoral di lantai bursa pun terjatuh ke zona merah.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 149.379 kali dengan volume 3,268 miliar lembar saham senilai Rp 7,816 triliun. Sebanyak 41 saham naik, 232 turun, dan 69 saham stagnan.
Volume dan nilai perdagangan hari ini naik tinggi akibat transaksi tutup sendiri saham PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) senilai Rp 3,7 triliun di pasar negosiasi. Transaksi ini difasilitasi broker UBS Securities (AK).
Hanya pasar saham Tiongkok yang masih bertahan di zona hijau, bursa-bursa regional lainnya jatuh ke teritori negatif gara-gara aksi ambil untung.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 120,57 poin (0,69%) ke level 17.391,18.
- Indeks Hang Seng menipis 30,84 poin (0,12%) ke level 24.819,61.
- Indeks Komposit Shanghai naik 4,08 poin (0,12%) ke level 3.355,85.
- Indeks Straits Times berkurang 10,00 poin (0,29%) ke level 3.401,50.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.650 ke Rp 24.550, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.225 ke Rp 57.225, Indofood CBP (ICBP) turun Rp 825 ke Rp 13.975, dan Mayora (MYOR) turun Rp 775 ke Rp 24.000.
(ang/hds)











































