Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 12.645 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.677 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 11,387 poin (0,22%) ke level 5.287,623 mengikuti pergerakan bursa global. Bursa regional dibuka negatif pagi tadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG melaju 18,523 poin (0,35%) ke level 5.294,759 didorong aksi beli di saham-saham unggulan. Sayangnya Indeks belum kuat bertahan di level 5.300.
Aksi beli banyak dilakukan investor asing. Saham-saham konstruksi naik tinggi, banyak sahamnya diburu investor asing.
Menutup perdagangan, Selasa (3/2/2015), IHSG tumbuh 15,482 poin (0,29%) ke level 5.291,718. Sementara Indeks LQ45 mundur 5,201 poin (0,57%) ke level 913,589.
Indeks belum kuat bertahan di level 5.300. Aksi jual di saham-saham unggulan oleh investor domestik membuat penguatan Indeks terhambat.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini terpantau melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 335,267 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 230.372 kali dengan volume 5,549 miliar lembar saham senilai Rp 5,716 triliun. Sebanyak 157 saham naik, 120 turun, dan 110 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia berakhir mix sore ini, sebagian menguat dan sebagian lagi melemah. Data ekonomi AS dan Tiongkok yang melambat memberi sentimen negatif.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 anjlok 222,19 poin (1,27%) ke level 17.335,85.
- Indeks Hang Seng naik 70,04 poin (0,29%) ke level 24.554,78.
- Indeks Komposit Shanghai melonjak 76,61 poin (2,45%) ke level 3.204,91.
- Indeks Straits Times berkurang 11,25 poin (0,33%) ke level 3.412,10.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 10.000 ke Rp 330.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.275 ke Rp 55.700, Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 900 ke Rp 9.000, dan Inti Agri (IIKP) turun Rp 780 ke Rp 2.345.
(ang/hds)
